(Taiwan-ROC) – Komando Pengendalian Penyakit Menular, hari ini tanggal 15 Januari mengumumkan data terbaru situasi epidemi flu burung Taiwan, jumlah peternakan yang terdapat kejanggalan dari hasil pemeriksaan sampelnya bertambah 9 peternakan lagi, sehingga jumlah keseluruhan saat ini mencapai 95 peternakan, sedangkan untuk peternakan yang sudah dapat dipastikan terjangkit bertambah 25 lagi, sudah ada 64 peternakan yang dipastikan terjangkit virus H5N2 dan H5N8. Untungnya, untuk kabupaten dan kota dari penyebaran epidemi tidak bertambah, masih tetap bertahan hanya 8 kota dan kabupaten.
Yang patut diperhatikan di sini adalah, dalam data epidemi yang diumumkan hari ini, untuk kabupaten Changhua bertambah lagi 1 peternakan ayam yang dicurigai terserang virus flu burung, ada ayam yang mati secara janggal dan sampelnya telah diantar untuk diperiksa, mengenai apakah terjangkit virus H5N2 atau virus H5N8 yaitu virus yang baru pertama kali masuk ke Taiwan, ini baru dapat dipastikan pada tanggal 16 Januari besok.
Selain itu, pada pemeriksaan awal jenis H5, dikarenakan tingkat kematian ayam yang tinggi, kemarin malam telah membasmi ayam di salah satu peternakan di Tainan, dari hasil pemeriksaan terbaru, Komando Pengendalian Penyakit Menular memastikan, virus yang terjangkit adalah jenis flu burung lokal H5N2, apakah akan menjadi pathogen, untuk hal ini masih harus dipastikan lagi.
Kepala Institut Penelitian Kesehatan Hewan, Tsai Xiang-rong mengatakan, “Apabila ada lebih dari 4 alkali, maka dapat langsung dipastikan sebagai pathogen flu burung, jika 3 alkali, kami masih akan melakukan test lebih lanjut pada ayam untuk memastikan apakah merupakan pathogen flu burung. Biar bagaimanapun, seberapa tinggi atau rendahnya kemungkinan pathogen flu burung, tetap saja ini merupakan pathogen virus penyakit.
Apabila pada test lebih lanjut menunjukkan rendahnya pathogen, apakah berarti ada kesalahan dalam pembasmian? Ketua Komando Pengendalian Penyakit Menular, Chang Su-xian menyampaikan, dari sisi pertarungan pencegahan epidemik, tindakan ini merupakan tindakan yang tidak dapat dihindari; tetapi apabila dipastikan pathogennya rendah, pemerintah akan memberikan ganti rugi sepenuhnya.