(Taiwan, ROC) - Epidemi flu burung meluas di Taiwan. Pusat Komando Pengendalian Penyakit, Dewan Pertanian siang hari ini(13) kembali mengumumkan data terbaru, peternakan yang didapati adanya kejanggalan pada sampel yang periksa dari kemarin jumlahnya 38 peternakan unggas, bertambah lagi 27 peternakan sehingga sekarang ini berjumlah 65 peternakan, untuk peternakan yang sebelumnya sudah dipastikan terjangkit flu burung yang jumlahnya 6, bertambah menjadi 20 peternakan, penyebarannya sampai ke wilayah utara, penambahan peternakan di kota Taipei dan kota Kaohsiung, dari 6 kota besar sudah ada 3 kota yang terjangkit.
Yang patut diperhatikan adalah, dalam pengumuman data terbaru hari ini, dari sampel yang diperiksa memperlihatkan penyebaran dari unggas air menyebar ke unggas darat, di kota Taiwan ada satu peternakan daging ayam yang dicurigai tertular virus ini. Ketua Dewan Pertanian, Chen Bao-qi(陳保基) menyampaikan, guna menghindari semakin meluasnya penyebaran virus, dikedepannya asalkan didapati kejanggalan dengan tingkat kematian tinggi pada peternakan, dan dipastikan disebabkan jenis H5, maka ternaknya langsung dibasmi; mengenai apakah H5N8 atau H5N2, baru kemudian akan dikonfirmasikan secara laboratorium.
Chen Bao-qi mengatakan: “tingkat kematiannya adalah tingkat kematian yang tinggi, specimen yang kami kirimkan dipastikan adalah pathogen H5, maka kami akan segera membasminya, dapat dikatakan dalam waktu yang paling singkat menyelesaikan peternakan yang terserang virus, ini juga mendapat dukungan dari instansi pencegahan penyakit menular pemerintah daerah”.
Ketua Institut Penelitian Kesehatan Hewan, Tsai Xiang-rong juga menegaskan, apabila setelah diteliti, kalau hanya memastikan apakah pathogen H5, hasil pemeriksaan sudah bisa didapatkan keesokan harinya, proses untuk pemeriksaan dapat lebih awal sampai 1 hingga 3 hari.