(Taiwan-ROC) Kementerian Dalam Negera mengumumkan data statistic migrasi populasi penduduk, selama 5 tahun terakhir ini migrasi dari 6 kota besar terlihat jelas, jumlah migrasi penduduk untuk kota Taipei, New Taipei dan Taoyuan sebanyak 107.974 jiwa, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan 3 kota lain di wilayah tengah dan selatan Taiwan, yang hanya sebesar 33.487 jiwa. Di antaranya yang terbanyak adalah ibukota Republik Tiongkok, Taipei, jumlahnya mencapai 46.699 jiwa, diikuti dengan Taoyuan yang belum lama ini dari status kabupaten menjadi kota, jumlahnya mencapai 45.061 jiwa. Berkebalikan dengan kota Kaohsiung yang mengalami peningkatan minus, yaitu berkurang 6.118 jiwa, data ini memperlihatkan kebanyakan penduduk bermigrasi ke kota Taipei dan Taoyuan.
Kepala Divisi Data Perumahan Taiwan, Liu Yi-rong beranggapan, untuk 5 tahun terakhir ini, jumlah penduduk migrasi di kota New Taipei sebanyak 16.214 jiwa, tetapi pada tahun lalu hanya penduduk yang keluar, tidak ada yang masuk, sehingga jumlah penduduk berkurang 5.564 jiwa. Untuk itu kota New Taipei terus berharap dengan adanya perpanjangan jalur MRT dapat membawa efek-efek positif dari kota satelit Taipei, tetapi untuk 2 tahun terakhir ini, penduduk kota New Taipei yang berpindah ke kota Taipei mencapai 85 ribu orang, hal ini membuktikan daya tarik kota Taipei yang begitu kuatnya. Mengenai kota Taoyuan, dari tahun 2012 hingga 2014, setiap tahun rata-rata 7-8.000 penduduk migrasi ke kota Taoyuan, alasan perpindahan penduduk ini tidak terlepas dari harga rumah yang jauh lebih murah dari kota Taipei dan New Taipei, ditambah dengan adanya jalur MRT menuju ke Airport Internasional Taoyuan yang dipastikan tahun ini sudah dapat beroperasi, ini memberikan dampak positif.