(Taiwan-ROC) Dewan Transportasi, Yuan Legislatif hari ini tanggal 7 Januari mengadakan rapat yang akan memutuskan apakah menyetujui perubahan fiskal Taiwan High Speed Rail (THSR) yang diajukan kementerian transportasi. Meskipun sebelumnya kementerian transportasi pernah mengajukan ini dan kali ini kembali lagi diajukan, apabila tidak berhasil diloloskan maka THSR akan menghadapi kebangkrutan, yang kemudia kementerian transportasi akan mengambil alih pengelolaannya, dalam rapat, legislator dari partai berkuasa maupun oposisi mengemukakan berbagai keraguan dari masalah ini.
Mengenai Partai DPP yang dengan jelas mengemukakan protes, beranggapan perubahan fiscal sebagai cara meraih keuntungan, legislator partai KMT, Luo Shu-lei ketika diinterpelasi menyampaikan, semua yang menyebabkan keuangan THSR menghadapi kebangkrutan karena pada tahun itu 5 pemegang saham utama hanay mengeluarkan dana beberapa ratus juta dollar Taiwan, tetapi ingin bermain seperti milyaran dollar Taiwan, selain itu 5 pemegang saham utama ini juga telah meraih keuntungan dari modal saham yang ditanamkan. Ia menegaskan, reformasi fiskal THSR terlebih dulu harus mengurangi modal baru menambah modal, yaitu dengan menendang keluar 5 pemegang saham ini, setelah dikurangi baru mencari penanam modal dengan mengutamakan penanam modal saham public, kemudian baru merilis saham universal, jika ingin untung maka keuntungan bagi rakyat Taiwan. Luo Shu-lei juga menunding protes yang diajukan DPP barulah sebagai tameng untuk melindungi ke 5 pemegang saham utama, tidak ingin membiarkan pemerintah mengunakan cara pengurangan modal dengan mengurangi hak dari pemegang saham tersebut.
Ketika Menteri Transportasi, Yeh Kuang-shih diinterpelasi mengemukakan, saat ini 5 pemegang saham utama mencakup 37% dari keseluruhan saham THSR, karena keuangan THSR menghadapi masalahlah baru pemerintah turut campur memberikan jaminan, saat ini rapat pemegang saham terbentuk dari swasta, begitu pemerintah mengambil alih, jika dilihat dari situasi besarnya kekuasaan 5 pemegang saham utama, pasti akan banyak kontroversi hukum antara kedua belah pihak.
Yeh Kuang-shih mengatakan : tetapi jika dikatakan suatu hari kami mulai mengambil alih, ini berarti waktu untuk ribut, dari sisi pandang pemegang saham, mereka boleh tidak mempedulikan pemerintah, dikebelakangnya akan banyak kontroversi hukum yang harus mulai kami selesaikan. Jika dikatakan kami mengunakan cara mengurangi modal baru menambah modal, dan modal yang kami tambahkan semua ada saham publik, berarti di masa mendatang, perusahaan THSR menjadi badan usaha milik negara, ada satu hari nanti seperti stuktur kepemilikan perusahaan telekomunikasi Chung Hua, perusahaan penerbangan China Airlaines, saya rasa ini lebih ideal.
Pada akhir rapat, Yuan Legilatif memutuskan untuk sementara tidak mengurusi ajuan reformasi fiskal THSR yang diajukan kementerian transportasi.