Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) mengawali tahun 2015 menjelaskan, terkait sehubungan dengan bentrokan berdarah di Irak, dalam 1 tahun yaitu tahun 2014, setidaknya 12.282 jiwa tewas, bentrokan berdarah yang sama terkait dengan kepercayaan juga pernah terjadi di tahun 2006 hingga 2007, jumlah korban penduduk yang tewas di Irak merupakan yang terbanyak dalam satu tahun ini.
Dari jumlah masyarakat awam yang tewas di tahun 2014, hampir separuhnya yaitu 8500 jiwa menjadi korban pada paruh tahun terakhir akibat dari Organisasi Muslim Sunni “ISIS” (Islamic State) yang pada bulan Juni lalu mulai melakukan pemberontakan dan pembunuhan.
Atase khusus kantor perwakilan PBB di Irak, Nickolay Mladenov tanggal 2 Januari menyuarakan penjelasan : Irak sekali lagi dengan tindakannya terus rakyat biasa menderita, kerugian akibat dari kekerasan dan terorisme.
ISIS masih menguasai sepertiga dari wilayah Irak, pasukan Irak dan Suriah (Shi’ite) dan pasukan Kurdi terus melakukan gerakan antipasti terhadap kekerasan yang dilakukan ISIS