(Taiwan-ROC) Biro Imigrasi Nasional Taiwan dibawah Kementerian Dalam Negeri hari ini tanggal 2 Januari menyampaikan akan memasukan pelayanan rumah tangga pasangan asing dan pencegahan perdagangan manusia dalam portofolio undang-undang, sehingga dapat menjamin hak dari imigran baru.
Biro Imigrasi Nasional pagi hari ini (2/1) mengelar jumpa pers 8 tahun pengantian nama menjadi Biro Imigrasi Nasional dari yang sebelumnya Badan Exit and Entry Permit dan Imigrasi. Kepala Biro Imigrasi, Mok Tian-hu mengatakan, selain diganti namanya, struktur organisasi juga dirubah, mengintegrasikan pelayanan dan penampungan serta lainnya, diubah mejadi 3 wilayah pelayanan yaitu wilayah utara, tenggah dan selatan, sehingga lebih memudahkan dengan target yang lebih fleksibel.
Menteri Dalam Negeri, Chen Chun-jin dalam kata sambutannya menyampaikan, sebelumnya biro imigrasi berada dibawah badan Exit and Entry Permit diresmikan sejak tanggal 2 Januari 2007 , tahun ini untuk menyesuaikan dengan struktur pemerintahan, merubah namanya menjadi “Biro Imigrasi Nasional.”
Chen juga menyampaikan, setelah perubahan nama juga akan memperluas pelayanan bagi keluarga pasangan asing dan pasangan dari Daratan Tiongkok serta pencegahan perdagangan manusia dan lain sebagainya yang dimasukan dalam portofolio undang-undanga agar dapat lebih mengarah dan menjamin hak dari imigran baru, ini memiliki makna yang besar dalam sejarah.
Mok Tian-hu mengatakan, seiring dengan semakin meningkatnya jumlah imigran baru di Taiwan yang pada tahun 2007 berjumlah 252.800 orang, hingga akhir tahun kemarin (tahun 2014) jumlahnya telah mencapai 433.200 jiwa, jumlah pasangan asing di Taiwan juga menembus angka 1 juta orang, untuk itu tugas dari biro imigrasi akan menjadi lebih penting.