History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pidato Tahun Baru Presiden Tegaskan Kerukunan Bermasyarakat dan Perdamaian Antar Selat

  • 01 January, 2015
  • Editor
Pidato Tahun Baru Presiden Tegaskan Kerukunan Bermasyarakat dan Perdamaian Antar Selat
Pidato Kenegaraan Presiden Ma Sambut Tahun Baru 2015

(Taiwan-ROC) – Presiden Ma ying-jeou pada hari Kamis tanggal 1 Januari, memberikan pidato kenegaraannya sehubungan dengan perayaan penyambutan tahun baru 2015. Pemberian pidato kenegaraan yang mengambil tempat di aula Istana Kepresidenan, mengambil 3 topik utama, yakni “Kerukunan Bermasyarakat”, “Kerjasama Lintas Partai” dan “Perdamaian Antar Selat”. Ma sendiri juga menegaskan akan menanggung semua kewajiban dan tidak akan membiarkan negara dalam kondisi tidak terurus.

Presiden Ma mengatakan, “Saya akan terus berusaha, bertanggung jawab sebagai Presiden, mempertahankan kedaulatan negara, meningkatkan ketahanan nasional, memberikan perlindungan kepada kaum yang lemah, dan tidak akan pernah membiarkan negara dalam kondisi tidak terurus.”

Presiden Ma menjelaskan bahwa kerukunan kehidupan sosial masyarakat berasal dari kepercayaan dan pemahaman di antara sesama manusia. Tiga tahun yang lalu, saat terjadi insiden mahasiswa, telah memberikan dampak terhadap perkembangan Taiwan sendiri. Dan pemerintah akan menggunakan cara yang berbeda dalam menangani masalah yang terjadi terhadap mahasiswa dan kaum minoritas yang lemah. Adapun cara yang akan dipergunakan adalah mendengarkan suara hati nurani mereka, menggunakan cara yang damai, dan program kerja yang dapat menerima kehadiran serta pembauran di antara sesama masyarakat. Sehubungan dengan masalah kerjasama lintas partai, Presiden Ma Ying-jeou sendiri menegaskan bahwa kesejahteraan hanya akan terwujud jika terdapat keharmonisan dalam berkeluarga. Selama program yang diajukan dapat berguna bagi seluruh masyarakat, maka ia akan berusaha semaksimal mungkin untuk dapat mengimplementasikan kerjasama lintas partai. Adapun kerjasama yang dimaksudkan, tidak terbatas pada salah satu topik semata.

Presiden kembali mengatakan bahwa selama kurun waktu1 tahun terakhir ini, hubungan stabil antara kedua belah pihak antar selat Taiwan juga telah terjalin. Pimpinana instansi terkait antar selat juga telah melakukan serangkaian kunjungan timbal balik sebanyak 3 kali. Dalam kunjungan tersebut, masing-masing pihak juga saling menyapa dengan nama jabatan yang disandang. Hal ini adalah yang pertama kalinya dilakukan setelah 65 tahun berlalu. Dalam masa waktu 6 tahun terakhir ini, jumlah siswa asal Daratan Tiongkok yang datang melanjutkan studi ke Taiwan juga mengalami penambahan yang cukup signifikan. Para generasi muda antar selat juga telah menjalin hubungan yang cukup harmonis, hal ini juga menjadi sebuah pondasi yang sangat kuat bagi kestabilan perdamaian.

Komentar

Terbarumore