History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Kecelakaan Pesawat TransAsia GE222 Ketua Dewan Keselamatan Penerbangan : Pilot Belum Melihat Landasan

  • 26 December, 2014
  • Editor
Kecelakaan Pesawat TransAsia GE222   Ketua Dewan Keselamatan Penerbangan : Pilot Belum Melihat Landasan

   (Taiwan-ROC) Peristiwa kecelakaan pesawat TransAsia GE222 yang terjadi di Phenghu tanggal 23 Juli lalu yang mengakibatkan tewasnya 48 awak dan penumpang pesawat, dan 10 orang luka-luka, biro keamanan penerbangan, Kementerian Transportasi, Kementerian Pertahanan serta rumah sakit Tri-Service General Hospital, Kementerian Kehakiman, TransAsia Airways dan Biro Investigasi Kecelakaan Nasional, Avion de Transport Regional (ATR), Dewan Keamanan Transportasi Kanada dan Dewan Keamanan Transportasi Amerika Serikat dan lainnya yang terdiri 56 pakar dari 4 negara, terbagi dari 9 tim pakar dan melalui pelacakan dan pengumpulan data serta interview dari pegawai terkait selama 4 bulan lebih, hari ini tanggal 26 Desember laporan dari kejadian sebenarnya diumumkan publik.

   Pesawat TransAsia GE222 yang pada tanggal 23 Juli pukul 5.43 sore bertolak dari bandara Xiao Gang, Kaohsiung menuju ke bandara Makong, Phenghu, pada pukul 7.06 malam hari itu jatuh di desa Xishi yang terletak disekitar bandara Makong; ketua Keselamatan Penerbangan, Wang Xing-zhong menyampaikan, dari catatan perekam penerbangan GE222 hingga malam hari terjadinya insiden membuktikan kalau pilot mengarah ke arah yang salah, kedua pilot dan co-pilot belum melihat landasan mendarat.

   Ketua Dewan Keselamatan Penerbangan, Wang Xing-zhong mengatakan : sampai menit ke 6 detik ke 7, co pilot menjawab “belum”, menjawab pertanyaan yang diajukan pilot di detik ke 58, “sudah lihat landasan”; di menit ke 6 detik ke 7 co pilot menjawab “belum”; dan pada 1 detik berikutnya, pilot berkata “belum”; 2 detik berikutnya co pilot kembali menjawab “belum ada”, ini menunjukkan mereka tidak melihat landasan; pada menit ke 6 detik ke 11, pesawat berada di ketinggian 72 kaki, kedua pilot dengan perbedaan hanya 0,3 detik menyerukan “go around” yang menandakan harus kembali terbang, saat itu mulai dilakukan penambahan kecepatan; 2 detik kemudian terdengar suara yang tidak jelas, setelah itu 3 detik kemudian, co pilot menyerukan pada pemandu lalu lintas udara “go around, go around”, kemudian kembali turun, lalu setelah terdengar suara yang tidak jelas lagi, rekaman terhenti.”

   Namun analisis penyebab kecelakaan ini belum yang terakhir, draft laporan penyeledikan selanjutnya akan diselesaikan bulan Juni mendatang dan bulan Oktober tahun depan akan diumumkan laporan akhir dalam bahasa Mandarin dan Inggris.

Komentar

Terbarumore