History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden Ma: Aksara Mandarin Tradisional Harus Dilestarikan

  • 26 December, 2014
  • Editor
Presiden Ma: Aksara Mandarin Tradisional Harus Dilestarikan

(Taiwan-ROC) – Seminar Pendidikan Mandarin Internasional yang ke 11, digelar pada hari Jumat tanggal 26 Desember, dengan mengambil tempat di National Taipei University of Education. Presiden Ma Ying-jeou secara khusus menyempatkan diri untuk menghadiri upacara pembukaan seminar tersebut. Dalam pidatonya, Presiden Ma Ying-jeou menegaskan pentingnya pelestarian aksara tulisan Mandarin tradisional. Presiden Ma menyebutkan bahwa saat ini tidak lebih dari 40 juta penduduk di dunia yang menggunakan aksara tulisan Mandarin tradisional, dan penduduk Taiwan telah menduduki lebih dari setengah jumlah populasi penduduk yang masih mempertahankan tradisi ini. Sehingga kebiasaan penggunaan aksara tulisan Mandarin tradisional, tidak saja hanya untuk melestarikan keindahan bentuk tulisan Han, namun juga turut serta mempererat jarak antara masa kini dengan sejarah masa lampau.

        Presiden mengatakan bahwa bentuk aksara tulisan Mandarin yang diterapkan di Daratan Tiongkok telah mengalami perubahan, dan hanya berjumlah tidak lebih dari sepertiga atau seperempat dari jumlah total aksara Mandarin yang ada. Sehingga penggunaan aksara tulisan Mandarin sederhana, tidaklah sebanyak yang diperkirakan.

        Presiden Ma Ying-jeou mengatakan: “Diharapkan masyarakat umum dapat menggunakannnya secara bersamaan, dan hal ini saya rasakan dapat membantu untuk mengentaskan berbagai masalah. Dalam penggunaan bahasa Inggris, terdapat perbedaan pengucapan dalam bahasa Inggris yang digunakan oleh orang Inggris dengan orang Amerika. Dan hal ini tidak semestinya menimbulkan pertentangan. Kami berharap saat manusia menggunakan bahasa, dapat juga mengerti akan adanya perbedaan tersebut, dan kedua-duanya dapat ditampilkan secara bersamaan, sehingga memudahkan masyarakat untuk mengetahui bagaimana cara penulisannya. Saya rasa ini adalah sebuah cara yang terbaik untuk pemecahan masalah perbedaan.”

        Presiden Ma Ying-jeou juga menyebutkan bahwa saat ini jumlah pelajar asal Daratan Tiongkok yang belajar di Taiwan adalah sebanyak 76 ribu orang, dimana 16 ribu di antaranya tengah mendalami bahasa Mandarin. Ma berharap pada tahun 2016, dapat meningkat jumlahnya menjadi 29 ribu orang, dan pada tahun 2021 dapat mencapai jumlah lebih dari 40 ribu orang. Presiden Ma Ying-jeou juga berharap pihak PBB dapat menjadikan aksara tulisan Mandarin tradisional sebagai bagian dari peninggalan kebudayaan dunia.

Komentar

Terbarumore