(Taiwan-ROC) – Walikota Taipei yang baru, Ko Wen-je pada hari Kamis tanggal 25 Desember diangkat sumpah jabatan. Dalam kata sambutanya, Ko menyampaikan, untuk 4 tahun ke depan selain berupaya keras memperbaiki kota Taipei, juga akan dengan agresif mempromosikan lingkungan kehidupan bersama kota Taipei, New Taipei, Keelung, Taoyuan dan Yilan, agar Taiwan menjadi lebih baik lagi. Ko Wen-je menegaskan bahwa pemerintah Kota Taipei harus berubah menjadi sebuah tim pelayanan yang terbaik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat kota Taipei.
Ko Wen-je mengatakan, “Pegawai negeri pemerintahan kota Taipei tidak perlu melayani partai, tidak perlu melayani politik, dan lebih tidak perlu lagi memberikan pelayanan pada pemerintah kota, yang diperlukan hanyalah sepenuh hati dan tekad memberikan pelayanan bagi masyarakat kota Taipei.”
Pengangkatan sumpah jabatan yang dilakukan oleh wakil Perdana Menteri, Simon Chang San-Cheng, disaksikan oleh ketua partai People First Party, James Soong, ketua partai Uni Solidaritas Taiwan (TSU), Huang Kun-huei, Sekjen Partai Progresif Demokratik (DPP), Joseph Wu Chao-hsieh, Kepala divisi Taipei, America Institute in Taiwan (AIT), Christopher J. Marut, kepala kantor perwalikan Uni Eropa, Frederic Laplanche dan lainnya yang hadir dalam upacara pelantikan ini.
Sementara itu walikota terpilih dari partai DPP, Lin Chia-lung, di bawah kesaksian Wakil Perdana Menteri Woody Duh, diambil sumpahnya sebagai Walikota Taichung. Dalam pidatonya, Lin Chia-lung mengatakan bahwa dirinya akan menanamkan semangat demokrasi, menjadi seorang walikota pilihan rakyat, bekerja sama dengan berbagai ormas yang ada, sehingga secara tidak langsung membiarkan masyarakat menjadi atasan bagi diri masing-masing.
Lin Chia-lung mengatakan, “Saya akan mempraktekkan sistim keterbukaan, mendengarkan aspirasi masyarakat, menjadikan landasan dalam menjalankan administrasi pemerintahan. Kami juga akan bekerjasama dengan berbagai organisasi masyarakat yang ada, sehingga pemerintah dapat mengimplementasikan harapan akan masa depan rakyat, dan membiarkan rakyat menjadi tuan yang sebenarnya di tempatnya sendiri.”
Lin Chia-lung menegaskan bahwa dirinya telah membuat sebuah program “100 Tindakan”, yakni meminta seluruh aparat pemerintahan terkait harus melakukan tindakan seperti yang dicanangkannya dalam kurun waktu 100 hari sejak masa kepemerintahannya dimulai. Hal ini diharapkan dapat menyemangati seluruh instansi pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.