History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Wang Yu-Chi Tolak “Konsensus 2015”, Tidak Bisa Jadi Solusi Satu Tiongkok

  • 24 December, 2014
  • Editor
Wang Yu-Chi Tolak “Konsensus 2015”, Tidak Bisa Jadi Solusi Satu Tiongkok
Wang Yu-Chi Tolak “Konsensus 2015”, Tidak Bisa Jadi Solusi Satu Tiongkok

     (Taiwan, ROC) – Dalam sebuah wawancara eksklusif Walikota Taipei terpilih Ko Wen-je (柯文哲) terus mempertanyakan soal “Konsensus 92” dan mengajukan saran untuk membahas bersama “Konsensus 2015”. Menanggapi hal itu, Menteri Urusan Daratan Tiongkok Wang Yu-chi (王郁琦) hari ini (24) saat di Yuan Legislatif menyampaikan, walau ada kesan yang kurang jelas dari “Konsensus 92” namun tetap menjadi norma terbesar antar selat dan semenjak tahun 2008 presiden Ma menjabat, hubungan antara selat menuju kepada landasan perdamaian yang paling penting. Wang menyampaikan, “Konsensus 92” karena memiliki nilai yang penting sehingga dibutuhkan pada saat itu, bukan seperti slogan Ko Wen-je yaitu “4 hubungan timbal balik” atau memandang Daratan Tiongkok sebagai negara lain maka hubungan antar selat dapat selesai. Ia menghimbau apabila Ko Wen-je ingin menggantikan “Konsensus 92”, seharusnya mengerti terlebih dahulu konsensus itu baru menyampaikan ideologinya.

     Menteri Wang menyampaikan : Kami tidak menilai konsep 4 hubungan timbal balik dapat menggantikan pentingnya konsensus 92, walikota Ko sebelumya pernah menyampaikan pandangan yaitu melihat Daratan Tiongkok sebagai luar negeri lalu semua beres, apakah hubungan antar selat dapat diselesaikan dengan semudah itu ‘kah? Inti utama masalah ini adalah bagaimana melihat Satu Tiongkok, ini bukan hanya dengan konsep 4 hubungan timbal balik lalu semua masalah dapat selesai. Jadi, bila ingin bicara tentu boleh, hadapi dengan serius, dalami dulu baru bicara.

     Menteri menuturkan, Ko Wen-je yang sebentar lagi akan dilatik menjadi walikota ibukota harus menghadapi hubungan antar selat dengan serius, jangan bicara terlalu bergesa-gesa, menyimpulkan terlalu dini, bila kota Taipei tidak berinteraksi dengan kota Shanghai tidak ada yang dirugikan, namun bila pemerintah pusat menyampaikan ulasan seperti itu, hubungan antar selat tidak berinteraksi, tidak saling berinteraksi tentu tidak dapat diterima oleh semua pihak.

     Selama kepemerintahan presiden Ma beliau bertekat meneruskan “konsensus 92”, tegas beliau, karena ini adalah landasan yang dapat diterima oleh antar selat, menuju kepada perkembangan yang positip, bila ada kesempatan ia akan bertemu dan bertukar pikiran dengan Ko Wen-je.

Komentar

Terbarumore