Jakarta (RTI/ANTARA) - Polrestabes Semarang tidak akan menyepelekan berbagai bentuk teror yang ditujukan ke Gereja Katedral Semarang menjelang perayaan Natal.
"Ada surat kaleng yang dikirim secara berulang setiap tahun," kata Kapolrestabes Semarang Komisaris Besar Djihartono di Semarang, Rabu.
Menurut dia, surat berisi ancaman tersebut selalu ditindaklanjuti meski selalu terjadi menjelang perayaan di gereja tersebut.
"Sudah identifikasi identitas pengirim surat kaleng tersebut. Kalau melihat kondisi fisiknya, bisa juga belum tentu orang itu yang melakukannya," katanya.
Terpisah, salah seorang pengurus Gereja Katedral Semarang Romo Luhur Prihadi mengakui tentang ada surat teror yang berisi ancaman akan melakukan kekacauan saat ibadah itu.
Ia menuturkan surat teror tersebut sudah berulang kali ditujukan ke gereja tersebut dengan identitas pengirim yang lengkap.
"Selalu kami laporkan ke kepolisian dan sudah ditindaklanjuti," katanya.
Ancaman teror tersebut terakhir kali dilakukan pada saat perayaan Paskah lalu.
Ia juga mendapat laporan dari jemaat yang memperoleh pesan singkat yang berisi teror.
Dengan pengamanan gabungan dari kepolisian, TNI dan elemen masyarakat lainnya, kata dia, perayaan Natal di Gereja Katedral diharapkan berjalan lancar.
"Saya kapok bekerja di Malaysia"
Petugas Imigrasi mendata sejumlah Tenaga Kerja Indonesia (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jakarta (RTI/ANTARA) - Hujan tangisan menyertai seratusan TKI yang dideportasi dari Malaysia di lapangan udara Angkatan Laut, Juanda, Surabaya, Jawa Timur.
Salah seorang TKI asal Kediri bernama Wiwik mengaku kapok bekerja di luar negeri.
"Saya sudah kapok bekerja di Malaysia karena gaji yang diberikan tidak sama dengan gaji yang dijanjikan dulu," kata dia usai turun dari pesawat, Rabu.
Ia mengungkapkan, selama empat bulan di Malaysia dia tidak digaji sebesar seperti yang dijanjikan majikannya.
Yang lebih menyediahkan, berulang kali dia dipukul majikannya.
Dia kini akan membuka usaha kecil-kecilan dan usaha jahit di kampung halamannya.
"Semua ini kami lakukan sebagai salah satu langkah untuk menyambung hidup setelah pulang dari Malaysia. Saya sudah tidak ada niatan lagi untuk kembali ke negara tetangga itu," katanya.
Kedatangan seratusan orang TKI ini diterima langsung oleh Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dan juga para perwira angkatan laut di base ops Lanudal Juanda.
"Selamat datang kembali di tanah air, dan sebentar lagi bapak-bapak dan ibu-ibu akan kembali lagi ke kampung halaman masing-masing," kata Khofifah.
Para TKI yang terdiri dari 76 laki-laki, 53 wanita dan 1 bayi ini satu per satu menuju ke aula Base Ops Lanudal Juanda.
Mereka didata oleh Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jati sesuai dengan daerah tujuan masing-masing dan mendapatkan makanan untuk selanjutnya pulang ke kampung halamannya.
Namun, jika data para TKI kurang lengkap atau tidak jelas maka untuk sementara waktu akan dikirimkan di dinas sosial.