(Taiwan, ROC) - Sehubungan dengan rencana ekspansi perdagangan luar negeri Taiwan, hari ini (2) Presiden Negara Republik Tiongkok Ma Ying-jeou (馬英九) menyampaikan, beberapa tahun belakangan ini Republik Tiongkok terus mendorong liberalisasi perdagangan, berharap dapat bergabung dengan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Strategis Trans-Pasifik (TPP) dan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP). Bukan hanya sekedar itu saja, beliau lebih berharap negosiasi dapat dibahas dibawah kerangka Organisasi Perdagangan Internasional (WTO), sehingga Taiwan melalui negosisasi multilateral bermitra dengan negara-negara lain.
Hal itu disampaikan saat bertemu dengan Duta Besar Swaziland di Taiwan Dumisani Eugen Gwebu yang akan habis masa tugasnya. Kepala negara juga mengucapkan terima kasih atas sumbangsih Gwebu selama 9 tahun di Taiwan, oleh karena diposisi yang baru ia akan bertugas sebagai Dubes Swaziland di WTO, maka presiden berharap Gwebu dapat membantu kerja keras Taiwan untuk bisa bergabung dengan organisasi internasional.
Selanjutnya Ma menuturkan, Republik Tiongkok sangat agresif dalam mendorong liberalisasi perdagangan internasional, selain berusaha agar dapat bergabung dengan kemitraan ekonomi regional juga negosiasi terkait dapat dibahas dibawah kerangka WTO. Ma menyampaikan : kami sangat berharap dapat bergabung dengan TPP atau RCEP, juga berharap negosiasi dapat berjalan lancar dibawah kerangka WTO
Mengenai soal negosiasi di WTO, presiden kemarin (1) saat bertemu dengan delegasi Forum Boao pernah menuturkan, Republik Tiongkok bergabung dengan WTO pada tahun 2002, “Perundingan Doha” yang berkaitan dengan perdagangan multilateral menemukan jalan buntu, sampai dengan akhir tahun lalu baru ada sedikit kemajuan. Beliau menyampaikan, boleh dibilang Taiwan kurang beruntung, awalnya mengira negosiasi dagang multilateral dan kemitraan dengan negara lain dapat dicapai melalui keanggotaan WTO namun sekarang menemukan jalan buntu, sehingga mau tidak mau kembali ke cara jaman dulu, ini adalah hal yang sulit bagi Taiwan.