Pelari Julius Chepkwony Rotich dari Kenya memenangkan Maraton Taipei Fubon 2014, menghancurkan harapan juara bertahan Josphat Kamzee Jepkopol, juga dari Kenya, untuk menang ketiga kalinya secara berturutan.
Rotich menyelesaikan lomba yang diselenggarakan Minggu (21/12) pagi di beberapa jalan utama dan expressway di Taipei tersebut dengan waktu 2 jam 14 menit 4 detik, kira-kira empat menit lebih lambat dari rekor 2:10:24 yang dicatat oleh Yemane Tsegay dari Etiopia pada 2011.
Sementara itu, juara untuk kategori puteri adalah Alice Jemeli Timbilil, lagi-lagi dari Kenya. Dia menyelesaikan maraton 42,195 kilometer itu dengan waktu 2:34:55, sekitar tujuh menit lebih lambat dari rekor 2:27:36 yang dicatat oleh Helena Loshanyang Kirop dari Kenya pada 2011.
Rotich dan Timbilil sama-sama membawa pulang hadiah uang tunai senilai NTD1,2 juta (USD38,000), tapi tidak mampu memperoleh hadiah bonus senilai NTD2 juta yang ditawarkan pihak sponsor bagi pelari yang mampu memecahkan rekor event.
Mengenai prestasi lokal, pelari Su Chih-ping yang menduduki urutan ke 10 adalah pelari putera Taiwan pertama yang melewati garis finis dengan waktu 2:36:04, sementara Hsieh Chien-ho adalah juara kategori puteri dengan waktu 2:51:01.
Lebih dari 42.000 pelari berpartisipasi dalam maraton yang dibagi menjadi beberapa divisi, antara lain maraton penuh, maraton paruh sepanjang 21,0975 km, lomba 9 km untuk polisi dan lomba 2 km untuk anak-anak.