History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden : Kemampuan Bahasa dan Wawasan Internasional Penting Bagi Mendidik Tenaga Berbakat

  • 20 December, 2014
  • Editor
Presiden : Kemampuan Bahasa dan Wawasan Internasional Penting Bagi Mendidik Tenaga Berbakat

(Taiwan-ROC) Presiden ROC, Ma Ying-jeou, hari ini tanggal 20 Desember ketika hadir dalam perayaan hari ulang tahun Universitas Bisnis Taipei (National Taipei University of Business/NTUB) menyampaikan, tahun kemarin kementerian pendidikan mengumumkan buku putih tenaga berbakat, memasukan pelatihan tenaga berbakat yang dapat bersaing di dunia internasional sebagai salah satu dari pelayanan, pemerintah juga mencanangkan perencanaan yang memberikan dukungan bagi pelajar Taiwan untuk mengecap pendidikan di luar negeri, selain itu juga menerapkan kelas dengan mengunakan bahasa Inggris saat ngajar mengajar di 37 universitas Taiwan, berharap dapat lebih banyak menelurkan tenaga berbakat internasional agar Taiwan dapat lebih bersaing dalam kancah internasional.

Presiden Ma Ying-jeou menyampaikan, sejak 1 Agustus 2014, statusNTUB ditingkatkan menjadi universitas bisnis negeri pertama di Taiwan, selama 97 tahun berdirinya sekolah ini telah menghasilkan banyak tenaga berbakat. Berdasarkan survey “Lulusan Sekolah Yang Paling Suka Digunakan  Pengusaha” yang dilakukan tahun lalu oleh majalah “Time”, NTUB menduduki urutan ke 4 setelah NTU (National Taiwan University), Universitas National Chengchih dan Universitas Nasional Chengkung; apalagi setelah merebaknya kasus keamanan pangan, NTUB mempromosikan ide “prinsip bisnis yang jujur” membuat beliau terharu.

Kepala Negara mengemukakan, mendidik kemampuan bahasa dan prespektif internasional pelajar merupakan pekerjaan penting pemerintah, untuk itu pemerintah menerapkan penggunaan bahasa Inggris dalam ngajar mengajar di 37 universitas Taiwan, selain itu juga mencanangkan perencanaan “Terobosan” dan “Belajar ke Luar Negeri”mendukung pelajar untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri atau mengikuti program berwisata sambil belajar, saat ini sudah ada 13 ribu pelajar yang berpartisipasi, kepala negara berharap, sampai akhir 2016 mendatang sudah dapat mencapai target 20 ribu pelajar.

Presiden Ma Mengatakan : pemerintah juga mendukung pelajar untuk belajar di luar negeri atau berwisata sambil belajar, satunya program perencanaan terobosan yang lainnya adalah program mengarungi samudra mengecap pendidikan di luar negeri, yang paling diutamakan adalah berharap melalui bertambahnya kegiatan internasional dapat meningkatkan wawasan dan memperluas pandangan internasional.

Pada kesempatan ini Presiden Ma Ying-jeou juga berbagai pengalamannya saat dibangku kuliah mengikuti kegiatan kunjungan ke pemimpin Amerika Serikat yang diselenggarakan oleh kementerian luar negeri AS bagi pelajar Asia Pacifik, ini merupakan pengalaman yang sangat penting baginya, beliau dapat merasakan kemakmuran AS, sekaligus mengamati keuntungan dan kerugiannya bagi Taiwan, pendidikan seperti ini lebih banyak memberikan pemasukkan dibandingkan dengan 4 tahun di universitas, selain itu juga dengan cepat dapat mengembanbkan wawasan internasional.

Komentar

Terbarumore