History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Survei : Gaji Rendah Penyebab Mengalir Keluar Tenaga Kerja Taiwan

  • 20 December, 2014
  • Editor
Survei : Gaji Rendah Penyebab Mengalir Keluar Tenaga Kerja Taiwan

(Taiwan-ROC) Berdasarkan laporan media, standar gaji untuk tingkatan pegawai eksekutif Taiwan, dari 13 negara Asia, Taiwan menduduki urutan ke 4 dari belakang, diduga ini yang menjadi alasan mengalir keluarnya negara berbakat. Bank tenaga kerja mengemukakan, berdasarkan survey sebelumnya sudah mendapatkan situasi arus keluar tenaga kerja berbakat Taiwan yang cukup parah, diantaranya yang paling banyak adalah tenaga berbakat bidang produksi massal, teknologi dan perdagangan, alasan utama adalah gaji di luar negeri lebih tinggi, lebih tinggi 62% dibandingkan dengan gaji rata-rata di Taiwan.

Mingguan Bisnis beberapa hari lalu melaporkan situasi rendahnya gaji di Taiwan, terutama pada standar gaji tingkat eksekutif dari 13 negara Asia, Taiwan hanya berada di atas Filipina, Vietnam dan India.

Bank Tenaga Kerja Taiwan 1111 mengemukakan, berdasarkan survey sebelumnya memperlihatkan, 77% responden tenaga kerja bersedia untuk bekerja di luar negeri dan 32% sudah pernah bekerja di luar negeri, alasan utama adalah untuk memperluas pengetahuan diri, mengembangkan ruang lingkup kerja serta lebih tingginya upah dan fasilitas.

Dari survey juga memperlihatkan, tenaga kerja yang mengalir keluar yang paling banyak adalah yang berlatar belakang pendidikan “S3”, diikuti dengan “S2” ini menunjukkan situasi sejumlah besar tenaga berpendidikan tinggi meninggalkan Taiwan.

Jika dilihat dari jenis bidang usaha, perbandingan tenaga kerja mengalir keluar negeri yang terbanyak adalah dari bidang produksi massal, terbanyak kedua dari bidang teknologi dan perdagangan, berdasarkan tempat tujuan kerja, Daratan Tiongkok menempati urutan pertama diikuti dengan Amerika Serikat dan Singapura. Dilihat dari penghasilan gaji, 90% responden mengemukakan, gaji di negara lain lebih tinggi dari Taiwan, rata-rata lebih banyak 62%, tetapi ada 3% menyampaikan karena tidak adanya kenaikan gaji, bahkan kebalikannya, gaji dikurangi.

Komentar

Terbarumore