(Taiwan, ROC) – Direktorat Jenderal Makanan dan Obat-obatan (FDA) dan Dinas Kesehatan diseluruh Taiwan terus melakukan pemeriksaan kemana produk makanan yang mengandung Zat Methanil Yellow (Methyl Yellow). Petugas dari FDA Wang Der-yuan (王德原) hari ini (19) menyampaikan, sampai pukul 10 pagi tadi, penemuan produk yang menggunakan bahan emulsi bermasalah keluaran perusahaan Chien Sin (芊鑫實業) dari yang hanya 73 jenis bertambah menjadi 115 jenis, sebagai langkah antisipasi telah menarik 40.260 kg produk.
Dari daftar nama yang diumumkan oleh FDA diantaranya selain produk tahu cemilan terkenal TC TeChang (德昌食品), Weishin (唯新食品) dan Yu Hsiang (裕香食品) juga terpampang mie instant keluaran Weilih, untuk produk yang bermasalah telah ditarik dari pasar.
Mendengar produk mie instant Weilih bermasalah, tentu menimbulkan pertanyaan di masyarakat bagaimana dengan produk yang lain, sehingga mulai muncul desakan dari publik untuk segera dilakukan pemeriksaaan. Pelaksana Sementara Dirjen FDA Chaing Yu-mei (姜郁美) menyampaikan, pemeriksaan produk pangan bermasalah pasti akan dimulai dari hulu, bila dilakukan secara per bungkus maka bagaikan mencari jarum ditumpukan jerami, terlalu lambat, oleh karena tidak mempertimbangkan pemeriksaan per produk.
Karena bahan Methanil Yellow adalah zat terlarang untuk produk makanan, maka FDA telah melakukan tes yang sama kepada 5 perusahaan yang lain.
Wang menyampaikan : Kemarin kita telah melakukan pemeriksaan kepada 6 jenis produk dari 5 produsen atau importir emulasi produk tahu, defoamers, termasuk produk mereka dan zat aditif, kami sudah kumpulkan sampel, kira-kira 1 minggu akan ada hasilnya.
FDA sampaikan, revisi terbaru Undang Undang Keamanan dan Sanitasi Pangan akan diumumkan oleh presiden dan diberlakukan, apabila memang terbukti perusahaan Chien Sin bersalah setelah diberlakukan UU yang baru maka maksimal akan dikenakan dendan NT$ 200 juta, 7 tahun kurungan, bila produsen tetap menjual produk bermasalahnya setelah tanggal 21 maka bisa dikenakan sanksi 60 ribu hingga 200 juta dolar Taiwan.