(Taiwan-ROC) – Berdasarkan hasil penelitian ditemukan adanya peningkatan prosentase bayi dilahirkan prematur atau berat badan yang ringan, jika sang ibu merokok saat hamil. Selain itu juga ditemukan adanya peningkatan prosentase penyakit yang berhubungan dengan pernafasan pada balita yang memiliki ibu yang merokok saat mengandung. Yayasan kedokteran anak Taiwan pada hari Kamis tanggal 18 Desember mengemukakan bahwa asap rokok yang dihasilkan dari si perokok, udara yang mengandung asap rokok atau bahkan asap rokok yang secara tidak langsung terhisap oleh pihak ketiga atau bayi dalam kandungan, semuanya dianggap berbahaya. Untuk itu diingatkan kepada semua pihak yang bertanggung jawab dalam bidang pencegahan asap rokok terhadap balita, dapat memberikan perhatian yang lebih terhadap hal ini dan sebagian anggota Yuan Legislatif juga mengajukan untuk menaikkan pajak tembakau dan rokok, guna dapat dialokasikan untuk melakukan pencegahan dini terhadap bahaya asap rokok terhadap balita.
Yayasan kedokteran anak Taiwan menyelanggarakan seminar kesehatan terkait pengaruh buruk dari asap rokok terhadap balita. Dalam seminar tersebut juga diutarakan laporan tentang indeks hak asasi balita yang dikeluarkan oleh Pusat Penelitian Keluarga dan Anak National Taiwan University, yang mana disebutkan bahwa pada tahun 2012 bayi yang dilahirkan dengan berat badan yang ringan, yakni kurang dari 2.500 gram, mencapai 8,4%. Angka ini lebih tinggi dari indeks rata-rata yang dikeluarkan oleh Badan Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi Nasional atau OECD, senilai 7,6%. Dalam hasil penelitian juga ditemukan bahwa ibu yang merokok, maka akan melahirkan bayi dengan berat badan yang berkurang sebanyak 70 hingga 398 gram. Selain itu bayi yang dilahirkan prematur juga mencapai 1,09 hingga 3,87 kali lipat lebih banyak. Hal ini khusus terjadi pada ibu hamil yang merokok lebih dari 20 batang rokok setiap harinya.
Selain itu, berdasarkan hasil penelitian dari salah satu badan instansi di Kanada menyebutkan bahwa ibu hamil yang menghirup udara yang mengandung asap rokok, yang dikategorikan sebagai perokok tahap dua, maka bayi yang dilahirkan berkemungkinan memiliki penyakit astma sebanyak 1,3 kali lipat dibandingkan bayi lainnya. Sementara ibu yang merokok secara langsung, maka bayi yang dilahirkan memiliki 10 kali lipat kemungkinan menderita penyakit astma.