(Taiwan – ROC) Reformasi kabinet yang dilakukan karena kekalahan yang dialami partai berkuasa, Partai Kuo Min Tang (KMT). Mao Chi-guo hari ini tanggal 12 Desember untuk pertama kali hadir dalam sidang interpelasi di Yuan Legislatif dengan statusnya sebagai Perdana Menteri baru. Mao Chi-guo menyampaikan, pemilu mencermin keinginan terbaru rakyat, juga dengan jelas memberitahukan pemerintah untuk menganti “otak”, didengar sepenuh hati dan dengan sungguh-sungguh melakukan instrospeksi diri.
Mao Chi-guo mengatakan : Kami akan dengan sepenuh hati mendengarkan kritik dan saran dari anda semua terhadap kebijakan pemerintah, dengan sungguh-sungguh meng-instrospeksi diri; untuk kebijakan kontroversial, juga dengan niat dan ketulusan paling besar serta melakukan berbagai komunikasi untuk memaksimumkan konsensus.
Mao Chi-guo juga menekankan, mulai harin ini dan seterusnya akan mendalami keingginan dari masyarakat era internet, dan dengan membangun jembatan penghubung antara sistem tradisional dengan era internet, saling bertukar pandang, agar dapat menghasilkan kebijakan pemerintah yang lebih baik.
Mao lebih lanjut mengemukakan, prinsip dasar kerja di masa mendatang adalan “Mempertahankan keadilan sosial, menjamin kesinambungan lingkungan dan meraih kemakmuran ekonomi”, terhadap generasi dan kelompok yang berbeda, akan mencanangkan “Mencari jalan keluar bagi generasi muda, sandaran bagi kaum lansia, peluang bagi pebisnis dan lingkungan hidup yang lebih dihargai bagi kaum rentan” dan lain sebagainya, bersama dengan itu juga akan terus memperkuat hubungan antar setlat Taiwan, memngembangkan hubungan dengan dunia luar.
Meskipun pada awal sidang interpelasi, Mao Chi-guo yang baru menjabat sebagai Perdana Menteri sempat diboikot oleh Parti Uni Solidaritas Taiwan (TSU), tetapi setelah ketua Yuan Legislatif berkoodinasi menghilangkan hambatan ini, Mao dapat melanjutkan laporannya dengan lancar.