(Taiwan-ROC) Pameran buku cetakan asal Daratan Tiongkok dan hasil karya yayasan nasional ke 15, digelar di Taipei pada hari Jumat tanggal 12 Desember. Wakil ketua yayasan pertukaran antar selat atau SEF, Ma Shao-chang dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan membuka pintu bagi masukknya buku-buku cetakan asal Daratan Tiongkok, tidak akan mencuci otak masyarakat Taiwan. Membuka pintu bagi masuknya media cetak bahkan akan memberikan kekebalan bagi kehidupan sosial masyarakat. Dengan adanya buku-buku tersebut, maka dapat meningkatkan interaksi antara Daratan Tiongkok dan Taiwan sendiri.
Ma Shao-chang menjelaskan dalam hubungan timbal balik antar selat yang ada, banyak masyarakat Taiwan yang meragukan akan program pembukaan pintu bagi buku-buku cetakan asal Daratan Tiongkok. Yang pertama adalah adanya kekhawatiran pencurian sumber daya dari Taiwan oleh masyarakat daratan Tiongkok. Tetapi berkenaan dengan hal ini, Ma Shao-chang menjawab jika masyarakat melihat siswa-siswa yang berasal dari Daratan Tiongkok, yang tengah melanjutkan pendidikan di Taiwan, sebagai sebuah bentuk usaha investasi, maka hal ini akan dapat mengembangkan hubungan damai yang terjalin selama ini di antara kedua belah pihak.
Di sisi lain, ada yang mengkhawatirkan bahwa dengan masuknya buku-buku cetakan Daratan Tiongkok ke Taiwan, maka akan menduduki pasar yang ada di Taiwan sendiri. Untuk hal ini, Ma Shao-chang menyebutkan bahwa dengan membuka pintu bagi Daratan Tiongkok, sebenarnya juga berarti membuka pintu bagi negara-negara lain. Yang terpenting adalah bagaimana caranya meningkatkan daya saing yang ada di dalam negeri, sehingga mampu memberikan hasil yang maksimal kepada negara. Sementara itu, berkaitan dengan adanya kekhawatiran tentang masalah “Pencucian otak” dengan masuknya buku-buku tersebut, Ma menjawab bahwa hal tersebut tidak perlu terlampau dirisaukan, karena semua kekhwatiran sejenis hanya bersikap sementara saja.
Ma Shao-chang mengatakan, berdasarkan pengalaman sejarah yang ada, dengan adanya keterbukaan maka secara otomatis akan memberikan dampak imunisasi atau pencegahan dalam kehidupan masyarakat. Selain itu, buku adalah sebuah sarana atau media yang dapat dipergunakan bagi masing-masing pihak untuk dapat saling memahami satu sama lain. Dirinya sendiri sangat mendukung adanya program keterbukaan pintu masuk bagi buku-buku cetakan asal Daratan Tiongkok ke Taiwan. Sehingga masyarakat di masing-masing pihak dapat saling mengenal satu sama lainnya.