(Taiwan-ROC) – Hari Kamis tanggal 11 Desember pada pagi hari pukul 5:03, telah terjadi gempa bumi dengan kekuatan 6,8 skala ritcher yang berpusat di laut lepas di sebelah Utara pulau Taiwan, dengan kedalaman sekitar 280 km. Adapun gempa tersebut dapat dirasakan di berbagai wilayah di Taiwan, antara lain Yilan, Nanao, Hualian, Taroko, Nantou, Hehuanshan dengan getaran gempa sebesar 3 SR. Sementara di wilayah kota Yilan, Hualian, New Taipei City dan kota Taipei sendiri dapat dirasakan gempa dengan getaran 2 SR. Dan untuk kawasan lainnya, termasuk kawasan Keelung, Taichung, Hsincu dan Chiayi berkekuatan sebesar 1 SR.
Karena kedalaman gempa cukup dalam, sehingga getaran gempa yang terjadi juga tidak terlampau besar. Biro Klimatologi Central Taiwan menyebutkan bahwa gempa ini dinilai cukup baik, guna menyeimbangkan tekanan yang ada pada permukaan bumi, dan mengurangi kecemasan akan kurangnya pelepasan beban di wilayah Taiwan.
Ketua bidang gempa Biro Klimatologi Sentral Taiwan, Kuo Khai-wen mengatakan bahwa berdasarkan catatan sejarah yang ada, Taiwan biasanya akan mengalami gempa bumi sebesar 6 SR sebanyak 2 hingga 3 kali setiap tahunnya. Dan gempa kali ini yang terjadi berada di luar laut Keelung, kebetulan juga memiliki kekuatan lebih dari 6 SR.
Kuo Khai-wen menjelaskan bahwa berdasarkan data statistik yang dicatat perihal pelepasan beban atau energi pada permukaan bumi di kawasan Taiwan selama ini, Taiwan setiap tahunnya akan mengalami pelepasan energi berupa gempa sebanyak 11 buah bom nuklir, namun hingga hari Rabu tanggal 10 Desember kemarin, baru tercatat hanya melepaskan beban energi sebanyak 3 buah bom nuklir saja.
Kuo Khai-wen mengatakan bahwa gempa bumi sebesar 6,8 SR dapat diibaratkan sebanyak 8 buah bom nuklir. Sehingga gempa yang terjadi ini juga telah menenangkan beban tekanan permukaan bumi di Taiwan, dan terjadi keseimbangan dalam tekanan energi yang ada di perut bumi.