(Taiwan-ROC) Dalam perjalanan kunjungan Kepala Asosiasi Hubungan Lintas Selat Taiwan, Daratan Tiongkok, Chen De-min di Taiwan, hari ini tanggal 10 Desember memasukki hari ke 2, pagi hari ini bersama dengan media membicarakan integrasi ekonomi regional. Chen De-min menyampaikan, perjanjian perdagangan bebas (FTA) Daratan Tiongkok dan Korea Selatan membuka lebar perdagangan jasa, juga menjadi pertama kali bagi Daratan Tiongkok mengunakan daftar minus, paling lambat dalam 2 tahun ini akan diberlakukan, tetapi juga ada kemungkinan diberlakukan lebih awal.
Selain FTA Daratan Tiongkok dan Korea, Chen De-min juga membicarakan beberapa hari ini Daratan Tiongkok juga menandatangani FTA dengan Australia, dengan agresif bersama negara-negara lainnya membahas perjanjian FTA bilateral atau multilateral, selain itu juga lebih lanjut mempromosikan perjanjian Wilayah Perdagangan Bebas Asia Pasifik (FTAAP).
Chen menyampaikan, FTAAP dapat mencakup Kemitraan Trans Pasifik (TPP) dan Kerja sama Ekonomi Konprehensif Regional (RCEP) sebagai konsep perekonomian regional, diperkirakan tahun 2016 sudah dapat mengajukan laporan perencanaannya; FTAAP juga berharap dapat mempromosikan rantai nilai global, masing-masing negara memperkuat kerjasama produksi untuk dapat meraih perkembangan bersama.
Pemilu pemda 9 in 1 Taiwan yang berlangsung sebelum Chen De-min berkunjung ke Taiwan, terhadap hal ini Chen menyampaikan, kali ini kunjungannya ke Taiwan sudah diatur sebelum pelaksanaan pemilu, Daratan Tiongkok tidak memberika komentar mengenai pelaksanaan pemilu Taiwan, tetapi ia beranggapan, hasil pemilu tidak akan mempengaruhi hubngan antar selat Taiwan.
Saat ini perjanjian perdagangan jasa antar selat Taiwan masih tersangkut di Yuan Legislatif, meskipun partai berkuasa dan oposisi akhirnya sepakat untuk membentuk badan pengawasan perjanjian perdagangan jasa, tetapi saat ini peraturan pengawasan masih belum diproses lebih lanjut, sehingga tidak dapat dipastikan bagaimana meloloskan kebijakan. Chen De-min beranggapan, apabila peraturan pengawasan ditentukan oleh kedua belah pihak harus memodifikasi peraturan perjanjian perdagangan jasa, mungkin bisa mengakibatkan seluruh perjanjian perdagangan jasa harus dibicarakan kembali, menjadikan langkah ekonomi perdagangan Taiwan lebih lamban.
Chen mengatakan, sebenarnya sebelum pembahasan perjanjian perdagangan jasa, sudah menanyakan terlebih dulu pada semua pihak, tetapi tidak disangka pada akhirnya masih timbul masalah. Saat ini antar selat Taiwan tengah membahas perjanjian perdagangan barang, mungkin juga akan dipengaruhi peraturan pengawasan yang tidak dapat diloloskan, pihak Daratan Tiongkok mengkhawatirkan ini.