History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Ratusan ribu orang menggelar aksi duduk anti Perjanjian Perdagangan Jasa di Taipei

  • 31 March, 2014
  • Editor
Ratusan ribu orang menggelar aksi duduk anti Perjanjian Perdagangan Jasa di Taipei
Aksi rally anti Perjanjian Perdagangan Jasa

Lebih dari 110.000 orang berpartisipasi dalam sebuah aksi duduk di depan Kantor Kepresidenan pada hari Minggu untuk memrotes Perjanjian Perdagangan Jasa, suatu perjanjian kontroversial yang ditandatangani antara Taiwan Daratan Tiongkok, dan juga untuk memberi dukungan pada kalangan mahasiswa yang menduduki gedung Yuan Legislatif untuk mengoposisi perjanjian tersebut.
Aksi duduk dimulai pada pukul 13:00 siang di Ketagalan Boulevard di depan Kantor Kepresidenan dan beberapa jalan lain di sekitarnya, dan berakhir dengan damai sekitar pukul 19:45.
Para pemrotes memakai baju hitam, mengikat pita kuning dengan tulisan “Menolak Perjanjian Perdagangan Jasa untuk menyelamatkan Taiwan” di kepala dan membawa bunga matahari, lambang gerakan anti Perjanjian Perdagangan Jasa yang mereka sebut sebagai “Gerakan Bunga Matahari,” untuk memrotes apa yang mereka sebut sebagai persetujuan “kotak hitam” dan mengecam cara tidak transparen yang ditaati pemerintah dalam menangani Perjanjian Perdagangan Jasa.
Agensi Polisi Nasional (NPA) mengatakan, pemerintah kotapraja Taipei menurunkan 3.000 tenaga polisi untuk menjaga ketertiban dan mengontrol lalu lintas di dan sekitar lokasi demonstrasi, dan 500 polisi lain untuk mengawal gedung Yuan Legislatif, di mana aksi protes mahasiswa masih berlangsung.
NPA melaporkan, peserta aksi duduk pada hari Minggu berjumlah sekitar 116.000 orang, tapi pihak pengorganisir mengklaim bahwa jumlah peserta setidaknya mencapai 500.000 orang.
Pemimpin gerakan mahasiswa di Yuan Legislatif yaitu Lin Fei-fan memimpin para pemrotes untuk meneriakkan slogan,  menyerukan Presiden Ma Ying-jeou dan pemerintah untuk menghentikan peratifikasian Perjanjian Perdagangan Jasa di Yuan Legislatif, menetapkan suatu regulasi untuk mengawasi semua perjanjian dengan Daratan Tiongkok dan meminta diadakannya suatu “pertemuan konstitusional sipil” untuk menangani krisis saat ini.
Lin juga menegaskan, gerakan mahasiswa di Yuan Legislatif tidak akan dihentikan sebelum permintaan mereka direspon secara positif oleh Presiden Ma dan pemerintah.

Komentar

Terbarumore