History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Presiden Ma merespon empat tuntutan baru mahasiswa perihal Perjanjian Perdagangan Jasa

  • 31 March, 2014
  • Editor
Presiden Ma merespon empat tuntutan baru mahasiswa perihal Perjanjian Perdagangan Jasa
Presiden Ma Ying-jeou merespon tuntutan mahasiswa

Presiden Ma Ying-jeou meyakinkan dan merasa lega bahwa aksi duduk di depan Kantor Kepresidenan pada hari Minggu berakhir dengan damai.
Tak perduli aksi tersebut diikuti oleh 500 ribu orang sebagaimana diklaim pengorganisir, atau sekitar 116 ribu orang sebagaimana dihitung oleh pihak kepolisian, yang dipastikan adalah aksi tersebut diikuti oleh banyak orang dan dia telah mendengar suara serta tuntutan mereka, demikian ungkap Presiden Ma ketika menemui perwakilan Perserikatan Perindustrian Nasional dan Perserikatan Perdagangan Nasional di Kantor Kepresidenan pada hari Senin.
Ma menegaskan, sejak gerakan mahasiswa mengoposisi Perjanjian Perdagangan Jasa diawali ketika mahasiswa menyerbu dan menduduki gedung Yuan Legislatif pada 18 Maret lalu, dia selalu dengan positif merespon tuntutan para mahasiswa.
Menurut Ma, para mahasiswa pada mulanya menuntut diratifikasinya isi perjanjian secara pasal per pasa dan pemerintah telah merespon pada tanggal 21. Setelah itu, lanjutnya, mahasiswa mengajukan empat tuntutan lagi dan dia juga telah merespon secara konkrit pada tanggal 29.
Perihal disistematisasinya mekanisme pengawasan perjanjian antar Selat Taiwan, tutur Ma, pemerintah telah mengungkapkan persetujuan dan sebenarnya, suatu rancangan undang-undang sedang dihimpun untuk dibicarakan pada hari Kamis di Yuan Eksekutif dan kemudian diajukan untuk disetujui di Yuan Legislatif pada sidang priode sekarang.
Presiden Ma mengatakan, “Saat ini Dewan Urusan Daratan Tiongkok (MAC) sedang merancang regulasi bersangkutan. Paling cepat, rancangan tersebut akan didiskusikan dan disetujui di Yuan Eksekutif pada Kamis ini, kemudian akan segera diajukan untuk diratifikasi di Yuan Legislatif. Untuk itu, tuntutan tambahan pertama dari mahasiswa sudah kami terima dan sedang dengan aktif dilaksanakan.”
Mengenai tuntutan lain dari mahasiswa mengenai dibukanya suatu “pertemuan konstitusional sipil,” tambah Ma, Yuan Eksekutif paling cepat juga akan mengevaluasi kemungkinannya dalam rapat Kabinet hari Kamis.
Juru bicara Yuan Eksekutif Sun Li-qun menerangkan lebih lanjut, sebelum rapat hari Kamis, Yuan Eksekutif akan merespon tuntutan mahasiswa secara konkrit, termasuk bagaimana membuka pertemuan tersebut dan isu apa yang akan dibicarakan.
Sun mengatakan, “Semua ini harus dievaluasi secara bersamaan. Taiwan tidak pernah menggelar apa yang disebut sebagai pertemuan konstitusional sipil, jadi apa itu sebenarnya pertemuan konstitusional sipil? Apakah sama seperti pertemuan masalah nasional? Semua ini harus kita evaluasi dan selesai dihimpun sebelum hari Kamis.”
Mengenai permintaan mahasiswa bahwa Perjanjian Perdagangan Jasa hendaknya dimundurkan kembali ke Yuan Eksekutif dan hanya didiskusikan setelah regulasi pengawasan perjanjian dengan Daratan Tiongkok diluluskan, Presiden Ma mengemukakan, undang-undang tersebut akan berlaku bagi semua perjanjian yang belum ditandatangani, tapi bagi yang sudah diteken bisa diratifikasi secara bersamaan.
Presiden menegaskan, andaikata Yuan Legislatif mengembalikan Perjanjian Perdagangan Jasa ke Yuan Eksekutif, dampaknya terhadap perkembangan ekonomi dan perdagangan Taiwan akan terlalu besar, tapi pemerintah juga telah mengantisipasi hal paling buruk dan merencanakan suatu mekanisme untuk menangani dampaknya.
Ma juga sekali lagi menekankan kesediannya untuk mengadakan dialok terbuka dengan pelajar tanpa syarat apa pun. Pintu Kantor Kepresidenan selalu dibuka bagi para mahasiswa, tegasnya.

Komentar

Terbarumore