(Taiwan-ROC) Perusahaan Ting Hsin International Group yang memproduksi minyak bermasalah memutuskan untuk melepaskan saham landmark gedung Taipei 101, dan kuasa saham ini dialihkan ke perusahaan IOI milik Malaysia. Menteri Keuangan Chang Sheng-ford tanggal 8 Desember ketika di Yuan Legislatif menyampaikan, berdsarakan informasi yang diperoleh kementerian keuangan, Perusahaan Group IOI, Malaysia, selain ingin mendapatkan saham, juga ini memperoleh hak untuk mengoperasikan, tetapi Gedung Taipei 101 adalah icon Taiwan, juga merupakan symbol spiritual, kementerian keuangan menganggap tidak pantas untuk dikelola orang luar.
Perusahan Ting Hsin Internasional yang memegang saham Taipei 101 sebesar 37%, 5 tahun yang lalu saat membeli saham ini modal setiap sahamnya NTD13-15 atau total seluruh saham yang dimiliki NTD8 milyar. Setelah merebaknya kasus minyak pakan, Ting Hsin memutuskan untuk melepaskan saham yang ada di tanggannya dan di jual kepada group IOI Malaysia dengan harga sebesar NTD45 persaham yang berarti meraih keuntungan 3 kali lipat.
Perihal Ting Hsin yang akan melepaskan saham Taipei 101 menimbulkan keprihatian dari legislatif komite keuangan. Menteri Keuangan, Chang Sheng-ford membeberkan, berdasarkan informasi yang didapatkan kementerian keuangan, group IOI tidak hanya menginginkan saham tetapi juga telah mendiskusikan dengan pemengang saham kecil lainnya, ingin melangkah lebih lanjut mengambil alih kuasa kelola Taipei 101. Namum kementerian keuangan bersikeras mempertahankannya, beranggapan Taipei 101 merupakan land mark Taiwan, dan juga menjadi symbol spiritual Taiwan, tidak akan dengan begitu mudah melepaskan hak kelola pada pihak luar.
Apakah Group IOI dapat berhasil menjadi pemilik Taipei 101, ini masih harus ditinjau oleh komisi investasi Kementerian Ekonomi, jika akhirnya ditolak, apakah mungkin Ting Hsin untuk mengambil alih saham publik Taipei 101 yang dimiliki? Chang Sheng-ford menyampaikan, ada 2 pertimbangan untuk mengambil alih saham publik, yang pertama adalah kehendak yang lainnya adalah harga, tetapi hingga saat ini, tidak ada keinginan dari Ting Hsin untuk menegosiasikan saham publik; selain itu dengan harga jual saham sebesar NTD45 dari Ting Hsin ke Group IOI, kementerian keuangan juga tidak mungkin menerimakan, karena harganya terlalu tinggi, dapat dicurigai memberikan keuntungan pada orang tertentu. Chang Sheng-ford menegaskan, karena Taipei 101 bukanlah saham perusahaan publik yang terdaftar, sehingga harganya harus mendapat penilaian wajar oleh perusahaan konsultan keuangan.