(Taiwan-ROC) –Presiden Ma Ying-jeou pada hari Kamis tanggal 4 Desember saat menerima kunjungan dari konselor bidang pengawasan nuklir Amerika, J. S. Armijo, menyatakan bahwa dunia internasional kini sangat menitikberatkan masalah pengurangan gas karbondioksida. Untuk itu banyak negara di dunia yang memasukkan penggunaan nuklir sebagai salah satu pilihan pengembangan untuk energi listrik. Selain itu pembangkit listrik tenaga nuklir menggunakan modal yang lebih rendah, dengan demikian maka Taiwan sendiri juga dapat terus menyediakan listrik dengan harga yang stabil dan lebih murah, sehingga Taiwan dapat meningkatkan daya saingnya dalam pasar dunia.
Presiden Ma mengatakan bahwa pemerintah sendiri juga sangat mementingkan keamanan energi nuklir. 3 tahun yang lalu, keamanan pembangunan PLTN di Taiwan sendiri juga telah dikategorikan sebagai jenis PLTN yang memiliki keamanan terbaik. Setelah peristiwa peledakan PLTN di Fukushima, Jepang, pemerintah kembali lagi melakukan penyelidikan keamanan PLTN yang ada di dalam negeri, guna memastikan keamanan semua PLTN yang ada di Taiwan.
Berkenaan dengan pengendalian limbah nuklir yang dihasilkan, Presiden Ma menjelaskan bahwa Taiwan menggunakan cara yang sama dengan negara-negara lain di dunia, yakni mengklasifikasikan jenis limbah menjadi beberapa bagian, baru dialokasikan penempatannya. Presiden Ma menambahkan karena waktu proses pengendalian limbah nuklir memakan waktu yang lebih panjang dan lama, maka harus terjalin kesepahaman pengendalian limbah nuklir mulai dari generasi yang sekarang.
Presiden Ma mengatakan, “Saya pribadi berpendapat bahwa pengendalian limbah nuklir membutuhkan waktu yang lebih panjang dan lama. Jika melihat dari unsur keadilan generasi, maka pada generasi saat ini harus berani dan aktif menghadapi permasalahan ini. Saat ini, pengendalian limbah nuklir di negara kami, menggunakan sistim klasifikasi jenis limbah menjadi beberapa bagian, tanpa mengurangi hal pengawasan teknologi dan masalah keamanan yang ada. untuk itu diperlukan sebuah kesepahaman dan juga musyawarah dari berbagai pihak.”
Presiden Ma menyebutkan bahwa kesepahaman yang ada dalam masyarakat terkait pembangunan PLTN no 4 masih belum mencukupi, dan telah dilakukan penyegelan keamanan pada bulan April tahun ini. Apakah nanti ke depannya akan terjadi perubahan, maka harus melihat hasil referendum dari masyarakat luas. Hal ini dimaksudkan agar dapat mengurangi pertikaian sesama, dan dapat mempertahankan kemungkinan adanya komunikasi dan musyarawah antar sesama. Presiden Ma juga kembali menambahkan bahwa program nuklir yang dicanangkan oleh pemerintah Republik Tiongkok adalah menggabungkan berbagai unsur energi yang ada, sehingga PLTN hanya akan memainkan sebuah peran dalam penyediaan energi yang dibutuhkan oleh masyarakat dan bukan berarti semua energi berasal dari tenaga nuklir atau tidak menggunakan sama sekali.