(Taiwan – ROC) Dalam pemilu pemda kali ini Partai Kuo Min Tang mengalami kekalahan bersar, issu di luaran mengabarkan, ketua Partai KMT, Ma Ying-jeou akan mengundurkan diri, dan menduga siapa yang akan menempati posisi ini. Terhadap hal ini, wakil ketua KMT, Eric Chu hari ini tanggal 2 Desember mengemukakan, saat ini seharusnya yang dibicarakan adalah arah kemana KMT melangkah, bagaimana melakukan reformasi jika semua tidak ingin partai KMT raib, tidak seharusnya membahas masalah personil interen partai, dengan demikian masyarakat dapat merasakan KMT melakukan refleksi, berupaya keras untuk menyelesaikan segala, jika tidak sama arti dengan langsung mengumumkan pergantian kuasa partai.
Dalam kekalahan telak yang dialami partai dalam peperangan pemilu kali ini, interen partai akan melakukan perombakan personil, ketua partai KMT, Ma Ying-jeou berkemungkinan besar dalam rapat tanggal 3 besok akan mengumumkan pengunduran dirinya, banyak wakil-wakil partai yang juga mengundurkan diri, sehingga dunia luar menduga-duga pengantinya
Terhadap hal ini, wakil KMT, Eric Chu tanggal 2 Desember ketika diwawancarai menyampaikan, menurut pengertiannya, apabila ketua partai mengundurkan diri, wakilnya juga mengundurkan diri, sama seperti pengunduran diri kabinet, untuk itu ia berharap pihak luar tidak lagi membahas masalah pribadi dan personil.
Eric Chu mengatakan : apa yang di maksud ketua partai mengundurkan diri, pengertiannya termasuk saya sebagai wakilnya juga bersama-sama mengundurkan diri, untuk itu seharusnya tidak ada masalah pengunduran masing-masing. Jika ketua mengundurkan diri, seluruh kabinet mengundurkan diri, begitu pula dengan perdana menteri, maka saya katakana pada anda, jangan lagi membicarakan masalah pribadi, bicarakan sebenarnya arah langkah yang diambil seluruh partai.
Eric Chu menyampaikan, dalam dua hari ini media terus memberitakan masalah pribadi personil partai KMT, hal ini hanya membuat masyarakat semakin kecewa terhadap KMT, bahkan sampai tidak ada harapan, beranggapan KMT masih belum cukup kalah, masih bertarung kekuasaan, tetapi sebenarnya kenyataan tidak demikian. Ia beranggapan, saat ini yang seharusnya dibahasa adalah bagaimana KMT melakukan reformasi, bagaimana menghadapi era 21, bagaimana agar generasi muda dapat menerima idealisme partai.
Sementara itu, wakil presiden ROC Wu Den-yih, tanggal 1 Desember mengumumkan pengunduran diri sebagai wakil KMT membuat timbulnya banyak dugaan dari pihak luar, beranggapan Wu “mengundurkan diri agar dapat masuk”. Wu Den-yih dalam penjelasan hari ini menyampaikan, pengunduran dirinya sudah pasti bukan “mundur untuk masuk”, ia tidak akan mengikuti pemilihan ketua partai.
Wu Den-yih menegaskan, siapapun yang menjadi ketua baru partai, ia berstatus sebagai wakil presiden, tidak cocok untuk terus menjalankan sebagai wakil partai, untuk itu, ia harus mengundurkan diri sebelum presiden Ma Ying-jeou mengundurkan diri dari jabatannya sebagai ketua partai.
Wakil Presiden Wu Den-yih mengemukakan, ia berharap di masa mendatang orang yang menerima jabatan ini memiliki semangat bersatu, melakukan reformasi dan berupaya keras sebagai tanggapan dari perubahan lingkungan sosial, KMT dapat menunjukkan kekuatan dan vitalitas untuk mendapatkan kembali kepercayaan rakyat.