Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) tanggal 27 meloloskan perjanjian fasilitasi perdagangan, kementerian ekonomi hari ini (28/11) mengemukakan, setelah perjanjian ini diberlakukan diharapkan produk domestic bruto (PDB) Taiwan dapat meningkat sebesar USD3,858 milyar.
Kementerian ekonomi menyampaikan, dengan keagresifan dan keuletan sekjen WTO, Roberto Azevado dalam upaya menghilangkan kebuntuan jalan dengan melakukan negosiasi bersama Amerika Serikat, Eropa dan negara anggota lainnya pada ajang yang berbeda, pada tanggal 13 November telah menyelesaikan dan mendapat kesepakatan antara Amerika dan India, dan dalam rapat anggota WTO tanggal 27 meloloskan perubahan perjanjian fasilitasi perdangan serta penanganan pangan global.
Setelah perubahan perjanjian fasilitasi perdagangan disetujui dalam sidang anggota, kemudian akan memasuki proses pengesahan dari masing-masing anggota. Kementerian ekonomi menyampaikan, akan mempercepat proses pengesahan dan mempercepat diberlakukan perjanjian ini.
Berhubung ketergantungan Taiwan pada perdagangan luar negeri meningkat dari tahun ke tahun, kementerian ekonomi mengutip gambaran dari WTO dan RTA yang memperlihatkan, setelah diberlakukannya perjanjian fasilitasi perdagangan dapat menekan biaya transaksi dan proses perijinan juga lebih efisien, diperkirakan ini akan meningkatkan PDB Taiwan sebesar USD3,858, dengan peningkatan jumlah produksi langsung sebesar USD5,559 milyar, jumlah ekspor dan impor masing-masing sebesar USD3,226 milyar dan USD 2,794 milyar.