(Taiwan-ROC) – Perjanjian perdagangan bebas atau FTA Daratan Tiongkok dan Korea Selatan akan memberikan hantaman berat bagi perdagangan Taiwan. Presiden Republik Tiongkok, Ma Ying-jeou ketika bertemu dengan Dekan Lee Kuan Yew School of Public, Universitas Nasional Singpura, Kishore Mahbubani, pada hari Kamis tanggal 27 November menyampaikan, Taiwan dan Singapura adalah negara kecil dengan perekonomian terbuka, tetapi Singapura sangat agresif menandatangani perjanjian perdagangan bebas; kebalikan dengan Taiwan, yang mana pihak partai berkuasa dan oposisi bersama-sama setuju untuk menandatangani perjanjian perdagangan bebas dengan negara lain, tetapi baru bertemu dengan Daratan Tiongkok, partai oposisi sudah mulai protes dan memboikotnya.
Kepala negara mengemukakan, perjanjian perdagangan jasa antar selat Taiwan sudah ditandatangani satu tahun lebih tetapi masih belum dapat diloloskan, hal ini membuat negara-negara internasional meragukan niat Taiwan bergabung dalam Kemitraan Trans Pasifik (TPP) dan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP), Taiwan akan semakin sulit menghadapi persaingan internasional.
Presiden Ma mengatakan, ”Saat menghadapi tantangan peperangan ekonomi internasional, kecepatan langkah di dalam negeri tidak sama, merugikan daya saing kita, terutama daya saing dengan pesaing kita Korea Selatan yang telah menyelesaikan penandatanggan FTA dengan Daratan Tiongkok, hal ini membuat tantangan yang semakin parah.”
Pemimpin negara juga membeberkan, tahun lalu Taiwan dan Singapura telah menandatangani perjanjian “Kemitraan Ekonomi Taiwan-Singapura”, tahun ini ekspor Taiwan ke Singapura bertambah 7,6% dibandingkan tahun lalu, sedangkan ekspor Singapura ke Taiwan juga mengalami kenaikan sebesar 6% dibandingkan tahun sebelumnya, hal ini memperlihatkan dampak positif dari perjanjian kerja sama ekonomi bilateral.
Presiden Ma beranggapan, keinginan Taiwan bergabung dalam TPP tidak saja membutuhkan dukungan dari Amerika Serikat, yang lebih penting adalah Daratan Tiongkok tidak menghalang, untuk itu pemerintah akan berkomunikasi dengan partai yang protes, terus berupaya agar Taiwan dapat bergabung dalam TPP dan RCEP.