(Taiwan-ROC) – Presiden Ma Ying-jeou pada hari Selasa tanggal 25 November menerima penasehat ekonomi Perdana Menteri Jepang Shinjo Abe, Koichi Hamada di Istana Kepresidenan. Presiden Ma menyebutkan bahwa sejak Perdana Menteri Shinjo Abe duduk di kursi pemerintahan, banyak program ekonomi baru yang telah diluncurkan. Kunjungan penasehat ekonomi Koichi Hamada kali ini ke Taiwan juga diharapkan dapat membahas mengenai arah perkembangan ekonomi Jepang di masa yang akan datang. Selain itu, Ma juga menyebutkan bahwa penandatanganan program kerjasama ekonomi FTA antara Daratan Tiongkok dan Korea Selatan, telah memberikan pengaruh yang cukup besar bagi perkembangan ekonomi Taiwan. Oleh sebab itu, Ma juga ingin mengetahui lebih lanjut mengenai dampak yang dihadapi oleh Jepang.
Koichi Hamada adalah professor untuk universitas Yale dan universitas Tokyo Jepang. Koichi diangkat sebagai penasehat ekonomi oleh Perdana Menteri Shinjo Abe, sehingga Koichi juga kerap dijuluki sebagai guru besar ekonomi Jepang.
Saat menerima kunjungan Koichi, Presiden Ma juga mengatakan bahwa Koichi adalah pakar yang banyak memahami kondisi perekonomian Amerika dan Jepang, sehingga setiap pesan yang disampaikan oleh beliau juga kerap menjadi panduan dalam program perekonomian yang diluncurkan oleh PM Shinjo Abe.
Ma mengatakan, “Sejak 2 tahun silam, saat Shinjo Abe duduk di kursi pemerintahan, tidak saja hanya dalam program ekonomi, keuangan, mata uang, urusan luar negeri bahkan hingga dalam program undang-undang dasar terkait lainnya, semuanya memiliki pandangan yang baru, sehingga telah menarik perhatian masyarakat dunia dan Jepang. Saat ini Koichi Hamada juga bertamu ke Taiwan, saya percaya bahwa banyak yang ingin mengetahui program ekonomi Jepang untuk masa yang akan datang dari pihak Koichi Hamada.”
Ma kembali mengatakan, “Kami telah memulai program kerjasama dengan pemerintah daerah di beberapa bidang, termasuk bidang bioteknologi, pangan dan mekanisasi. Kerjasama ini juga terlihat lebih mendalam dan akan terus berkelanjutan.”
Presiden Ma kembali mengatakan bahwa Jepang merupakan rekan bisnis nomor 2 terbesar bagi Taiwan, dan Taiwan merupakan rekan bisnis nomor 4 terbesar bagi Jepang. Kedua belah pihak memiliki indeks perdagangan lebih dari US$ 60 milyar. Sejak Taiwan dan Jepang menandatangani kesepakatan investasi pada tahun 2011, telah memberikan dorongan yang lebih kuat lagi bagi kedua belah pihak. Untuk itu, kedua belah pihak telah melakukan program kerjasama sebanyak 154 bidang, dengan nilai total investasi sebesar NT$ 25 milyar. Dan kini telah dilanjutkan pembicaraan mengenai program kerjasama antar daerah bidang lainnya di antara kedua belah pihak.