(Taiwan-ROC) – Dewan Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Keamanan Nasional Yuan Legislatif pada hari Kamis tanggal 20 November meminta Kepala Biro Keamanan Nasional atau NSB, Lee Hsiang-chow, untuk memberikan laporan sehubungan dengan situasi keadaan jaringan sosial media dan ancaman dari tentara siber Daratan Tiongkok terhadap instansi pemerintah Republik Tiongkok.
Lee Hsiang-chow menjelaskan bahwa satuan pasukan dunia maya atau siber Daratan Tiongkok terdiri dari departemen staff tentara umum, 7 distrik satuan tentara, instansi penelitian pertahanan nasional dan instansi pendidikan. Semua bagian tersebut memiliki tugas untuk meneliti dan menerobos jaringan situs dunia maya, melakukan penyerangan terhadap jaringan situs internet, bahkan juga memberikan bantuan terhadap pihak swasta dalam melakukan penyerangan maupun tindakan pengintaian dalam dunia internet. Hingga saat ini pihak tentara siber Daratan Tiongkok telah memperluas jaringannya dan pihak pemerintah juga melakukan pentenderan dalam menggalang kekuatan dari pihak swasta. Hal tersebut telah memberikan pengaruh yang besar terhadap pertahanan keamanan pihak Republik Tiongkok sendiri. Penyerangan yang dilakukan juga telah diperluas dengan objek pihak masyarakat awam melalui alat komunikasi sejenis telepon gengam, dengan mencuri informasi dan mencari topik-topik pembicaraan yang berkategori sensitif.
Lee Hsiang-chow mengatakan, berdasarkan laporan penelitian “Dewan Perekonomian Amerika dan Taiwan”, jumlah kekuatan tentara siber Daratan Tiongkok sebanyak kurang lebih 180 ribu orang. Pihak Daratan Tiongkok bahkan telah membentuk kelompok “Keamanan Dunia Siber dan Kepemimpinan Informatika Daratan Tiongkok”, guna menyatukan berbagai fungsi dan tugas yang ada di masing-masing instansi terkait.
Anggota Yuan Legislatif dari partai PFP, Lee Tung-hao, dalam rapat interpelasinya menanyakan apakah Taiwan juga berkemungkinan untuk membentuk satuan tentara siber? Jika dibentuk, maka akan dikategorikan di instansi yang mana? Lee Hsiang-chow menjawab bahwa pihaknya tengah menyusun program terkait pembentukkan dan diusulkan untuk ditugaskan di bawah pengawasan satuan sistim data informatika.
Lee Hsiang-chow mengatakan, “Dalam masing-masing negara di dunia, memiliki beragam bentuk susunan tentara siber, ada yang ditugaskan di bawah instansi sistim data informatika, ada yang berada di bawah instansi pertahanan dan keamanan. Jika dilihat dari efisiensi dan taktik perang dunia maya, maka sebaiknya ditugaskan di bawah instansi sistim data informatika.”
Selain itu, berdasarkan data statistik yang dikeluarkan dari NSB, pada tahun 2013 telah terjadi 7.220.000 buah kasus penyerangan dalam dunia maya, dimana 230 ribu di antaranya telah dikategorikan sebagai penyerangan siber jenis dahsyat. Namun ke semuanya masih dapat dibendung dan dihalangi oleh satuan pertahanan yang dibangun oleh NSB. Lee Hsiang-chow menegaskan bahwa dirinya percaya bahwa pihak Taiwan memiliki 95 % kekuatan keamanan dan dapat melindungi diri dari serangan dalam dunia maya. Namun NSB tidak merasa puas, dan berharap dalam waktu singkat dapat meningkatkan mutu kualitas pertahanan menjadi 100%.