(Taiwan-ROC) – 20 November adalah hari Hak Anak-Anak Sedunia, tahun ini juga kebetulan genap 25 tahun berlakunya Konvensi Hak Anak-Anak Internasional. Guna melakukan sosialisasi berkenaan dengan kepedulian pemerintah dalam memberikan perlindungan dan menjunjung tinggi hak anak-anak, serta upaya dalam menyeimbangkan diri dengan era globalisasi internasional, Presiden Ma Ying-jeou pada peringatan hari hak anak-anak sedunia menerima kunjungan perwakilan dari anak-anak yang beragam latar belakangnya, mengumumkan nama pejuang hak anak-anak yang telah memberikan sumbangsihnya, serta pelaksanaan Undang-Undang Hak Asasi Anak-Anak di Taiwan.
Presiden Ma mengatakan, “Semua jenis perkembangan kesejahteraan anak-anak adalah sebuah tanda peringatan, dan kebetulan di hari anak-anak sedunia, yang juga merupakan hari hak anak-anak sedunia, yang juga adalah hari ini, merupakan hari yang sangat bersejarah, saya sangat bangga dapat mengumumkan bahwa Undang-Undang Hak Asasi Anak-Anak di Taiwan akan mulai berlakukan hari ini.”
Presiden Ma mengatakan bahwa sekalipun Taiwan tidak ikut menandatangani konvensi Hak Anak-Anak Internasional yang diajukan oleh PBB, namun Undang-Undang Hak Asasi Anak-Anak di Taiwan akan dimasukkan ke dalam perundang-undangan dalam negeri, mendobrak marginalisasi yang ada dalam dunia internasional. Presiden Ma juga meminta pihak yuridiksi untuk melakukan penelitian kembali terhadap semua hukum dan undang-undang, jangan sampai ada salah satu undang-undang yang dapat memarginalisasi Taiwan dalam kehidupan dunia internasional.
Presiden Ma menegaskan bahwa pemerintah dalam waktu beberapa tahun terakhir ini terus mengupayakan pelaksanaan hak libur hamil, bantuan dana kelahiran bayi, hak libur semasa waktu kelahiran dan lain sebagainya. Hal ini juga telah membuktikan bahwa Taiwan berhasil menjadi salah satu dari beberapa negara di kawasan Asia yang memperdulikan perawatan dan perlindungan terhadap kaum wanita dan anak-anak.
Selain itu, selain jumlah kasus tindak kekerasan terhadap anak-anak telah mengalami penurunan, namun Presiden Ma masih belum merasa puas, dan dirinya berharap agar pemerintah dapat terus mengupayakan perlindungan dan pembangunan situasi lingkungan kehidupan yang sehat dan nyaman bagi anak-anak.