History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Bila FTA Daratan Tiongkok-Korsel Efektif, MOE : PDB Taiwan Turun 5%

  • 19 November, 2014
  • Editor
Bila FTA Daratan Tiongkok-Korsel Efektif, MOE : PDB Taiwan Turun 5%
Bila FTA Daratan Tiongkok-Korsel Efektif, MOE : PDB Taiwan Turun 5%

     (Taiwan-ROC) Rabu ini (19) Komisi Urusan Luar Negeri dan Pertahanan Nasional memanggil Menteri Luar Negeri Lin David Lin (林永樂), Wakil Menteri Ekonomi Cho Shih-chao (卓士昭) untuk menyampaikan laporan berkaitan dengan kemungkinan dampak negatif pasca Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) Daratan Tiongkok dengan Korea Selatan.

     Anggota legislator dari partai oposisi Hsiao Bi-kim (蕭美琴) dan Tsai Huang-liang mengkritik angka dampak negatif yang dibesar-besarkan oleh Kementerian Ekonomi, bahkan telah menimbulkan kegelisahan. Namun Wamenko Cho menyampaikan bahwa angka tersebut adalah berdasarkan dari penelitian yang disampaikan oleh wadah pemikir, lembaga penelitian yang kemudian didalami lebih lanjut, semua berdasarkan kenyataan tidak dibesar-besarkan atau ingin menimbulkan kegelisahan dimana hal itu juga disepakati oleh kaum swasta.

     Ia menyampaikan, evaluasi awal, dalam kondisi tariff impor Daratan Tiongkok-Korsel semua dibebaskan, membuka 50% industri layanan jasa serta investasi serta hipotesa FTA jasa dan komoditi antar kedua belah pihak diberlakukan maka dampak kepada Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Taiwan akan turun 5%.

     Legislator partai DPP Chiu Chih-wei (邱志偉) menanyakan kapan akan terjadi angka PDB turun 5%? Cho menyampaikan, evaluasi MOE masih cukup konservatif, setelah FTA mereka berlaku maka akan berpengaruh di awal tahun pertama.

     Ia mengatakan : evaluasi kami masih terbilang konservatif, karena kami hanya mengevaluasi dari sudut tariff saja, kami masih belum melihat dari sudut non tariff, seketika mereka diberlakukan maka akan terjadi di tahun pertama.

     Menteri Ekonomi Tu Tze-jun (杜紫軍) saat di tanya di Komite Perekonomian kembali menyampaikan, Taiwan harus merubah kondisi, cara yang terbaik adalah mendapatkan fasilitas yang lebih baik dari Korsel, baru bisa mendapatkan keuntungan dari persaingan. Ia bahkan menambahkan, walau FTA bukan obat yang paling mujarab, namun mampu berpengaruh kepada pertumbuhan ekonomi.

     Ia mengatakan : Selalu saya katakan bahwa FTA bukan obat yang paling mujarab, namun ia mampu memberikan sumbangan kepada pertumbuhan ekonomi. Misalnya, saat kita sedang sakit masih tetap harus makan obat, obat ini belum tentu dapat menyembuhkan ratusan penyakit, namun dapat menyelesaikan rasa sakit di beberapa tempat, baik untuk kita, kita tidak seharusnya menentang, kita seharusnya mencoba semasikmal mungkin, tentu dalam perjalanannya kita harus mempertimbangkan dampak sampingnya, jadi kita harus bergantung kepada negosiasi untuk mencapai tujuan itu.

     Menanggapi permintaan hasil evaluasi dampak negatif kepada Taiwan, Menko Cho menyampaikan, MOE memprediksi FTA mereka akan berlaku pertengahan tahun depan, setelah daftar FTA keluar, maka laporan evaluasi akan disampaikan dalam 2 minggu. Mengenai strategi untuk antisipasi, ia menyampaikan, strategi negosiasi perjanjian perdagangan komoditi dari yang “penandatanganan terlampau pagi” dirubah menjadi “pendandatanganan yang tepat”, setelah FTA mereka diumumkan, Kemenko akan meminta juga diberlakukan kepada Taiwan, membuka pasar dan menurunkan tariff impor dan tidak lebih rendah dari FTA Daratan Tiongkok-Korsel.

Komentar

Terbarumore