(Taiwan, ROC) Saat menandatangani daftar panen awal Perjanjian Kerangka Kerjasama Ekonomi Antar Selat (ECFA) dua selat pernah menyinggung standar jumlah impor mobil adalah 25%, sehingga Taiwan dapat menerima sekitar 10 ribu mobil yang bebas tariff impor, namun sampai saat ini kedua belah pihak masih ada perbedaan pendapat, mengenai negosiasi teknis yang perjanjian perdagangan komoditi yang akan dilangsungkan pada akhir tahun ini, pihak Taiwan kembali menawarkan industri panel, petrokimia dan mobil sebagai kuota bebas tariff impor dan bukan menyeluruh.
Menteri Keuangan (Menkeu) Chang Sheng-ford (張盛和) hari ini (19) saat menghadiri sidang interplasi menyampaikan, bahwa hal ini bisa dipertimbangkan, karena kuantitas badan ekonomi Daratan Tiongkok lebih besar, bila diberlakukan secara keseluruhan maka akan berdampak besar bagi Taiwan.
Ia menyampaikan : ada point penting dalam bernegosiasi dengan Daratan Tiongkok, yaitu setiap kuantitas produk Daratan Tiongkok sangat besar, bila dibandingkan kuantitas kita bagaikan klinik anak-anak, bila kuantitas kita semua kesana, misalnya mobil kita setahun kira-kira 400 ribu, mereka kira-kira puluhan juta, 400 ribu buah kita kesana, terhadap industri mereka sama sekali tidak berpengaruh. Namun bila kuantitas mereka masuk secara bertahap, akan berdampak besar bagi Taiwan, perbandingan ini yang ingin kita negosiasikan.
Perjanjian Perdagangan Komoditi antar selat dapat dimulai dari bebas tariff dengan kuota tertentu atau industri tertentu, lanjutnya.
Mengenai ada pendapat setelah diberlakukannya FTA Daratan Tiongkok-Korsel maka Taiwan akan menjadi “orang ketiga”, Menkeu menjelaskan, karena tujuan ekspor Taiwan terbesar adalah Daratan Tiongkok dan pesaing terbesar adalah Korsel, maka ketika pelanggan terbesar bekerjasama dengan pesaing maka Taiwan akan dikesampingkan, sehingga daya saing industri Taiwan mulai akan tersisihkan.