(Taiwan – ROC) Berdasarkan salah satu evaluasi yang dilakukan oleh organisasi hak asasi manusia(HAM), di seluruh dunia terdapat 35,8 juta orang yang hidup bagaikan budak, ada beberapa negara yang masih memperlakukan manusia sebagai budak modern diantaranya Mauritania, Uzbekistan, Haiti, Qatar dan India.
Organisasi HAM bermarkas di Australia mendirikan Walk Free Foundation pada tahun ini melakukan evaluasi terhadap 167 negara, yayasan ini pada tahun lalu pertama kali merilis indeks persoalan perbudakan, menilai di seluruh dunia terdapat 29,8 juta orang mendapat perlakuan sebagai budak modern, mereka diperjual belikan untuk bekerja, karena dililit hutang atau dieksploitasi.
Pada tahun ini, yayasan Walk Free Foundation kembali mengeluarkan indeks tahunan ke-2, terdata jumlah manusia yang diperlakukan sebagai budak modern mencapai angka 35,8 juta orang, menunjukkan, hasil data yang diperoleh semakin akurat dan beberapa lokasi yang belum ditemukan kasus perbudakan ternyata juga terdapat masalah ini.
Kasus perbudakan terparah dengan urutan 10 negara berdasarkan perbandingan populasi diantaranya adalah: Mauritania, Uzbekistan, Haiti, Qatar, India, Pakistan, Republik Demokratik Kongo, Sudan, Suriah, dan Republik Afrika Tengah.
Berdasarkan indeks terbaru yang dirilis pada tahun 2014, indeks kasus perbudakan, urutan berada semakin di belakang menunjukkan kasus perbudakan yang semakin kecil; Daratan Tiongkok berada pada posisi 109, Jepang 127, Korea Selatan 128, negara di Eropa Amerika, Amerika dengan posisi 145, Jerman 147, Perancis 148, Inggris 149. Untuk Taiwan dengan urutan ke 152.