Presiden Ma Ying-jeou mengemukakan, sejak dia memegang jabatan presiden, hubungan Taiwan-Amerika Serikat terus berkembang, terutama hubungan ekonomi dan perdagangan, dimana sekarang Taiwan adalah mitra-dagang Amerika terbesar ke 11, sementara Amerika adalah mitra-dagang Taiwan terbesar ketiga.
Berdasarkan fondasi kuat ini, tegas Ma, dia kembali mengharapkan kedua negara bisa secepatnya menandatangani Perjanjian Investasi Bilateral (Bilateral Investment Agreement, BIA), yang dipercaya akan bisa mendatangkan dampak positif bagi perkembangan investasi dan perdagangan antara kedua pihak.
Kepala negara mengungkapkan hal tersebut ketika menemui mantan Menteri Tenaga Kerja Amerika Serikat Elaine L. Chao di Kantor Kepresidenan pada hari Senin (17/11).
Chao, pejabat tingkat menteri pertama di Amerika Serikat yang merupakan keturunan Tionghoa, sedang berkunjung di Taiwan bersama ayah dan adiknya.
Berbicara tentang perkembangan hubungan Taiwan-Amerika Serikat, Presiden Ma mengetengahkan, sepanjang lebih dari enam tahun sejak inaugurasinya sebagai presiden, hubungan bilateral kedua pihak telah maju pesat, baik dalam bidang ekonomi, perdagangan, keamanan nasional maupun interaksi antar rakyat.
Pada saat yang sama, lanjut Ma, kepercayaan mutual antar kedua negara juga semakin kuat, terbukti dari datang berkunjungnya Administrator Agen Pelestarian Lingkungan (EPA) Amerika Serikat Gina McCarthy.
Ini adalah pertama kali dalam 14 tahun terakhir seorang pejabat tingkat menteri Amerika Serikat berkunjung ke Taiwan, membawa hubungan Taiwan-Amerika ke status paling baik dalam 35 tahun terakhir, tutur Ma.
Perihal dibuka kembalinya perundingan antara Taiwan dan Amerika Serikat berdasarkan Perjanjian Kerangka Perdagangan dan Investasi (TIFA), Presiden selain berharap kedua pihak bisa secepatnya menandatangani BIA, juga berharap Taiwan bisa meraih dukungan dari Amerika untuk berpartisipasi dalam organisasi-organisasi regional seperti Kemitraan Trans-Pasifik (TPP) dan Kemitraan Eonomi Komprehensif Regional (RCEP).
Ma mengatakan, “Kelak, kami berharap bisa berpartisipasi dalam TPP, dan juga RCEP, dua organisasi aliansi ekonomi regional sangat penting ini.”
Kepala negara juga meyakinkan pernyataan yang disampaikan Presiden Amerika Serikat Barack Obama dalam acara temu pers yang digelar usai mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Daratan Tiongkok Xi Jinping dalam rangka penyelenggaraan Konperensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Beijing beberapa saat lalu.
Obama selain menegaskan kembali pendirian Amerika Serikat mentaati Undang-undang Hubungan Taiwan dalam kebijaksanaan menangani masalah Taiwan, juga memuji perkembangan demokrasi di negara-negara Asia seperti Jepang, Korea Selatan dan Taiwan.