Mayoritas remaja Taiwan berusia antara 16 dan 20 tahun percaya bahwa usia pemilih hendaknya direndahkan dari 20 menjadi 18 tahun, demikian berdasarkan hasil survei yang dirilis oleh Aliansi Kemajuan Hak dan Kesejahteraan Pemuda.
Melalui suatu acara temu pers di gedung Yuan Legislatif pada hari Minggu (16/11), organisasi sipil tersebut mengumumkan, sebanyak 81% dari 13.027 responden survei berpendapat setuju ketika ditanya apakah mereka setuju dengan direndahkannya usia pemilih.
Hal ini mengisyaratkan bahwa suara kaum remaja di Taiwan selalu diabaikan, tutur Yeh Ta-hua, sekretaris jenderal Aliansi Kemajuan Hak dan Kesejahteraan Pemuda.
Dia menyerukan legislator menanggapi tuntutan tersebut secara positif dan secepatnya memulai proses mengamandemen Undang Undang Dasar, yang saat ini menetapkan warga negara harus berusia 20 tahun ke atas sebelum bisa memberikan suara dalam pemilihan umum.
Yeh mengargue, remaja berusia 18 tahun ke atas dianggap sebagai orang dewasa yang diharuskan membayar pajak, menunaikan wajib militer dan bertanggung jawab penuh atas tindak kejahatan yang mereka lakukan.
Meski demikian, lanjut Yeh, remaja berusia 18 dan 19 tahun tidak dianggap sebagai “warga negara” karena mereka tidak berhak mengikuti pemilu untuk memilih wakil rakyat dan pemimpin pemerintah daerah, pemerintah sentral maupun pemimpin negara.
“Bahwa hak dan obligasi ini tidak seimbang adalah hal yang tidak rasional,” katanya.
Huang Chieh-an, seorang pelajar sekolah menengah atas yang turut hadir dalam konperensi pers tersebut mengutarakan, banyak orang dewasa menganggap remaja berusia belasan tahun masih “tidak cukup dewasa,” tapi sebenarnya juga tidak semua orang dewasa bersikap matang.
“Kita seharusnya memberikan lebih banyak kepercayaan pada remaja,” tegas Huang.
Sekedar informasi, menurut statistik Kementrian Dalam Negeri, hingga akhir 2013, tercatat ada 650.000 remaja berusia 18 dan 19 tahun di Taiwan.
Sementara itu, survei Aliansi Kemajuan Hak dan Kesejahteraan Pemuda tersebut diselenggarakan secara online dan juga di 40 lokasi berlainan di berbagai pelosok Taiwan antara 10 dan 15 November.