Jakarta, Senin, 17 November 2014 (RTI/ANTARA) - Sebanyak 10.184 personel gabungan akan diturunkan untuk menjaga keamanan pelantikan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
"Untuk mengawal kelancaran pelantikan pak Ahok, kami akan turunkan 10.184 personil gabungan," kata Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jaya Inspektur Jendral Unggung Cahyono di Jakarta, Senin.
Di sela-sela upacara pengamanan jelang pelantikan Ahok, di Jakarta, Senin, Unggung menyatakan personel gabungan itu terdiri dari dari Polda Metro Jaya, Kodam Jaya, dan Pemda DKI.
"Ini merupakan bentuk kesiapan aparatur untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam menyambut proses pelantikan," katanya.
Ketika ditanya terkait apakah sudah ada laporan dari ormas-ormas yang akan melakukan demonstrasi, Unggung mengatakan sampai saat ini belum ada.
"Biasanya H-3 sudah ada laporan kalau ada demo, tapi sampai pagi ini belum ada. Semoga saja tidak ada," ujarnya.
Ia mengimbau jika ada demonstrasi maka diharapkan tidak terjadi hal-hal yang dapat menimbulkan kekacauan.
"Dengan hormat saya harapkan kalau ada demo, jangan sampai anarkis," katanya.
Ia juga menambahkan, Polda tidak akan melakukan penutupan jalan karena nantinya akan menganggu kesibukan masyarakat.
"Kami akan laksanakan secara situasional, tidak ingin menggangu masyarakat," ujarnya.
Dalam berita bersangkutan, Pelaksana tugas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan pelantikannya menjadi gubernur definitif masih menunggu surat Keputusan Presiden.
"Tinggal menunggu penandatanganan Keputusan Presiden. Suratnya sudah disahkan Sekretaris Negara," katanya usai mengikuti gelar pasukan di Markas Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya, Senin.
Surat Keputusan Presiden mengenai pelantikan gubernur DKI Jakarta, menurut dia, disiapkan oleh Sekretariat Negara pada Senin (17/11) dan selanjutnya akan ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Kalau ditandatangani hari ini kemungkinan besar pelantikan digelar besok (18/11) atau Rabu (19/11)," katanya menambahkan.
Ia juga mengaku sudah bertemu dan berkomunikasi dengan Presiden Joko Widodo mengenai pelantikannya menjadi Gubernur DKI Jakarta.
Masalah pelantikannya menjadi Gubernur DKI Jakarta, menurut dia, akan dibahas dalam rapat kabinet yang dipimpin oleh Presiden Jokowi hari ini.
Tentang lokasi pelantikan, Ahok mengatakan sesuai Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, akan dilaksanakan di Ibu Kota.
"Kemungkinan di Gedung DPRD atau di Istana," ucapnya.