(Taiwan-ROC) Presiden ROC Ma Ying-jeou tanggal 13 November dalam wawancara khusus “Surat kabar Nihon Keizai Shimbun” mengenai belum selesainya pembahasan perdagangan barang antar selat Taiwan, presiden menyampaikan, kedua belah berharap sebelum akhir tahun ini sudah dapat memasuki babak berikutnya. Presiden menegaskan, perjanjian perdagangan barang dan perjanjian perdagangan jasa antar selat Taiwan memiliki dampak penting bagi perdagangan luar negeri Taiwan, untuk itu beliau berharap dalam waktu satu setengah tahun sisa masa jabatannya ini dapat diselesaikan.
Ketika kepala negara menerima wawancara khusus dari surat kabar Nihon Keizai Shimbun menyampaikan, kepala Dewan Urusan Daratan Tiongkok, Wang Yu-qi dan kepala kantor urusan Taiwan, Chang Tze-jun beberapa hari lalu membicarakan, berharap perjanjian perdagangan barang sudah dapat memasuki babak baru berikutnya sebelum akhir tahun ini, selebihnya seperti saling mendirikan lembaga antar selat, penumpang transit dan masalah lainnya, kedua belah pihak juga telah menyetujui untuk terus melangkah maju, ini semua akan memberikan dampak positif bagi perkembangan hubungan lintas selat Taiwan.
Kepala Negara membeberkan, karena Taiwan tengah memasuki masa pemilu pemerintah daerah, maka jadwal kerja Yuan Legislatif lebih padat, tetapi perjanjian perdagangan jasa dan barang antar selat merupakan kunci yang mempengaruhi perdagangan luar negeri Taiwan, untuk itu beliau berharap semasa jabatannya yaitu dalam kurun waktu satu setengah tahun ke depan sudah dapat menyelesaikannya.
Namun, pemimpin negara juga menegaskan, sejak bulan Maret hingga sekarang, pihak partai oposisi sudah 23 kali menduduki podium Yuan Legislatif, sehingga masalah-masalah yang ada tidak bisa dibahas, untuk itu harus berupaya keras untuk segera menyelesaikan masalah ini, berharap pihak partai oposisi dapat membahasnya dengan cara demokrasi bukan dengan cara memblokir, dengan demikian baru dapat mempercepat pengawasan dan pengaturan perjanjian perdagangan barang dan jasa.
Presiden Ma beranggapan, meskipun serangan gerakan bunga matahari dari pelajar pada bulan Maret lalu berdampak pada perkembangan hubungan lintas selat Taiwan, tetapi dampaknya tidaklah sebesar seperti yang diisukan di luar. setelah gerakan mahasiswa berakhir, pada bulan Juni kemarin, kepala kantor urusan Taiwan, Chang Tze-jun tetapi berkunjung ke Taiwan seperti jadwal yang ada, bulan September lalu kedua belah pihak juga tetap melakukan pembahasan perdagangan barang.