(Taiwan, ROC) – Menteri Ekonomi Du Zi-jun dalam jumpa pers yang digelar di Yuan Eksekutif pada hari Kamis tanggal 13 November mengatakan bahwa sehubungan dengan berlakunya perjanjian FTA yang ditandatangani oleh Daratan Tiongkok dengan pihak Korea Selatan, maka indeks GDP Taiwan akan mengalami kemerosotan sebesar 0,5%. Hal ini dikhususkan kepada industri jenis tekstil, besi, kaca dan alat mekanik lainnya. Sementara jenis industri seperti demikian lebih banyak bertempat di bagian Selatan Taiwan, yang mencakup sebanyak 83%. Selain itu perjanjian tersebut juga akan mempengaruhi nilai ekspor total Taiwan ke luar negeri.
Sehubungan dengan komentar yang dilontarkan oleh ketua harian asosiasi teknologi informatika, Tung Tzu-hsien sebelumnya yang menyebutkan bahwa perjanjian FTA antara Daratan Tiongkok dengan Korea Selatan tidak akan memberikan pengaruh yang besar. Du Zi-jun menjelaskan bahwa hal tersebut hanya dikhususkan kepada industri jenis teknologi informatika yang memang telah menikmati pengurangan bea pajak, namun terhadap industri lain masih belum menikmati adanya pengurangan bea pajak yang sama. Untuk itu, Du menjelaskan bahwa tidak semestinya menggunakan salah satu jenis industri semata untuk menilai perkembangan perekonomian secara garis besar, melainkan harus memasukkan semua jenis industri yang ada.
Du Zi-jun mengatakan, “Hal yang kami peroleh saat ini karena kita pernah menandatangani ITA 17 tahun silam, jika 17 tahun silam tidak dilakukan penandatangan ITA, saya percaya industri elektronik juga tidak akan memiliki perkembangan seperti saat ini. Untuk itu kita tidak boleh hanya melihat dari sebuah ruang lingkup industri saja, melainkan harus melihat dari seluruh sisi yang berbeda. Industri kelas kecil dan menengah pada masa depan akan menghadapi pengaruh yang besar. Terkait dengan data statistik yang ada, jenis industri seperti ini di bagian Selatan Taiwan terdapat sebanyak 83%.”
Du Zi-jun selanjutnya menjelaskan bahwa berdasarkan data statistik yang ada, pihak Korea Selatan berupaya untuk merebut pasar Daratan Tiongkok yang bernilai besar, dengan perbandingan pasar sebesar 92%. Oleh sebab itu penandatanganan FTA yang dilakukan oleh kedua belah pihak, bukanlah penandatangan FTA kelas biasa semata, melainkan memiliki makna yang lebih besar dalam pasar ekonomi.