(Taiwan, ROC) - Gubenur Bank Sentral Republik Tiongkok Perng Fai-nan (彭淮南) saat hadir di Komite Finansial, Yuan Legislatif menyampaikan, melemahnya nilai uang Yen karena disebabkan Dana Pansiun dan Bank Jepang, namun menurut pengamatannya, uang yang dicucurkan oleh Bank Jepang masih akan kembali ke asalnya, sehingga tidak membantu pinjaman dan daya beli domestik. Selain itu, mengamati aksi warga Taiwan yang memborong membeli Yen, gubenur tetap mengingatkan untuk tetap rasional.
Perng menyampaikan, pendorong utama dari lesunya Yen adalah karena kerjasama Bank Jepang dan Dana Pensiun Nasional sehingga indeks bursa sahamnya melonjak dan nilai Yen merosot. Ia menyampaikan : Sebetulnya setelah saya menghitung uang yang dikeluarkan oleh Bank Jepang, semuanya akan kembali ke Bank Jepang, ada yang untuk membeli obligasi, tidak ada yang digunakan untuk kredit, semuanya kembali ke BOJ, jadi kredit BOJ tidak bertambah, malah menyusut. Secara mudahnya, tidak dapat menggunakan cara ini untuk memnyemangati pemberian kredit, masyarakat juga tidak meminjam uang.
Perng melanjutkan, karena Yen adalah salah satu jenis mata uang cadangan devisa, maka Jepang juga bertanggung jawab untuk stabilisasi finansial dunia. Mengenai apakah dolar Taiwan juga akan ikut melesu, gubenur menyampaikan akan terus menjaga stabilitas yang dinamis.