History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Depresiasi Mata Uang Asia Kemenko : Mengikuti Kebijakan Bank Sentral

  • 08 November, 2014
  • Editor
Depresiasi Mata Uang Asia  Kemenko : Mengikuti Kebijakan Bank Sentral

   (Taiwan-ROC) Persaingan valas Jepang dan Korea semakin lama semakin sengit, New Taiwan Dollar dan RMB Daratan Tiongkok juga terjun dalam pertarungan ini pada hari penutupan pekan ini (7/11) Depresiasi nilai tukar Yen terhadap dollar Amerika Serikat yang pada akhir pekan ini menjadi USD1: Yen115 mengerakkan turun mata uang Asia, RMB mengalami depresiasi sebesar 0,17% nilai tukarnya terhadap Dollar Amerika menjadi USD1 : RMB 6,1229, begitu pula dengan NTD terdepresiasi 1,11 sen, menembus rekor terendah selam 4 tahun terakhir ini.

   Pakar bidang valas menyampaikan, sejak kemarin depresiasi Won Korea lebih besar dari Yen Jepang, RMB tidak lagi mendukung ajang ini, lebih condong memperhatikan tanda-tanda yang ada.Untuk gelombang ini dikhawatirkan depresiasi Yen Jepang hanyalah sebagai pembuka dan tidak menutup kemungkingan pengaruhnya dari Asia Timur Laut menjalar sampai ke Daratan Tiongkok, Asia Tenggara dan wilayah lainnya.

   Wakil Menteri Ekonomi, Zhou Shi-zhou menyampaikan, Taiwan sangat bergantung pada perdagangan luar negerinya, kebijakan moneter memiliki pengaruh sangat besar terhadap daya saing produksi, meskipun depresiasi memberikan keuntungan bagi produk ekspor, tetapi masih banyak bahan baku impor sehingga tidak bisa disamakan.Zhou Shi-zhou menyebutkan, kebijakan moneter layaknya pedang bermuka dua, kedua belah sisi memiliki pengaruh, untuk kemana arahan NTD, mengikuti kebijakan dari bank sentral 

   Zhou mengatakan, naik turunnya mata uang memberikan keuntungan sekaligus tekanan bagi industry, pengusaha yang sudah memiliki pengalaman ini akan mengambil tindakan pengamanan, kementerian ekonomi juga akan memandu pengusaha untuk berwaspada, dan setelah lebih pasti situasi baru merumuskan langkah-langkah untuk membantu produsen.

   Dari data statistik Bank Sentral, 3 mata uang yang paling lemah untuk tanggal 7 November berturut-turut adalah Euro, Pound sterling dan Won, depresiasi rata-rata dalam satu hari saja sebesar 0,9%, sementara untuk Yen Jepang 0,7% dan NTD 0,36%. 

Komentar

Terbarumore