(Taiwan-ROC) Presiden Republik Tiongkok Ma Ying-jeou tanggal 7 November ketika menerima delegasi pengusaha yang mendapatkan penghargaan“Konstruksi Nasional”ke 15 menyampaikan, beliau semakin aktif mempromosikan pengurangan karbon sejak ia menjabat sebagai presiden, pada tahun 2009, Yuan Eksekutif membentuk komisi hemat energy pengurangan karbon yang berhasil menyelesaikan 35 perencanaan pengurangan karbon, hingga tahun lalu telah telah berhasil mencapai target pengurangan 23 juta ton karbon.
Kepala negara membeberkan, sejak tahun 2010, pemerintah telah mengucurkan dana sebesar 3,2 milyar guna mendorong perencanaan konstruksi hijau, setelah beliau menjabat, ada 2.800 lebih kontruksi mendapat predikat konstruksi hijau, bahkan ada 15 industri yang mendapat gelar industri hijau, selain itu hampir 10 ribu toko serba ada yang mendapat sertifikat “toserba hijau”, ini semua berkaitan dengan perencanaan pengurangan 4 juta ton lebih karbon, dan mengerakkan perkembangan industri terkait dengan nilai produksi mencapai NTD57,1 milyar. Presiden mengemukakan, selain menyemangati para pengusaha untuk hemat energy guna mengurangi limbah karbon, pemerintah sendiri juga melakukan hal yang sama, sejak beliau menjadi presiden, beliau telah menerapkan hemat minyak, listrik, air, kertas dan lainnya, untuk gerakan penghematan ini, dalam satu tahun berhasil menghemat biaya NTD70 juta.
Pemimpin negara mengatakan : kalau kita bisa hemat ya harus hemas, saya sendiri di kantor sering tidak mengaktifkan pendingin ruangan, kalau rapat baru diaktifkan, saya pakai kipas angin, bisa menghemat 80-90% listrik, kita menggunakan cara seperti ini, selangkah demi selangkah menjadi kebiasaan, saya di rumah juga demikian.
Selain itu, presiden Ma juga menegaskan, jumlah penduduk Taiwan tidak sampai 3/1000 dari penduduk dunia, tetapi jumlah pembuangan karbon mencapai 1%, untuk itu begitu beliau menjabat sebagai presiden, beliau berupaya agar dapat meningkatkan efisiensi, sekarang, setiap tahun berahsil mengurangi 2%, diharapkan sampai pada tahun 2020 sudah dapat mencapai target, jumlah pembuangan karbon kembali seperti tahun 2005.