(Taiwan-ROC) Sekretariat Asosiasi Kerjasama Asia Pacific (APEC) di pusat konferensi Beijing menyampaikan laporan terbaru “Analisa Pemantauan Perdagangan dan trend Ekonomi APEC”, untuk pendapatan domestic bruto (PDD) pada semester pertama APEC sebesar 3,9%, penilaian untuk perekonomian tahun depan optimis.
Kantor Berita Hongkong melaporkan, Direktur Eksekutif APEC, Alan Bollard dalam jumpa press membeberkan, dalam mempromosikan zona perdagangan bebas Asia Pacific, para pejabat senior negara anggota APEC telah menghasilkan lebih banyak konsensus untuk memperkuat komunikasi bilateral, melaksanakan pembangunan masa depan yang lebih inovatif, revolusi ekonomi, anti korupsi dan lainnya
Alan Ballard menyampaikan, pemantauan perdagangan dan ekonomi APEC, berfokus pada analisa trend dan peningkatan situasi ekonomi negara-negara anggota untuk 1-2 tahun ke depan, serta membahas isu-isu ekonomi penting di wilayah Asia Pacifik.
Ketua tim kebijakan APEC, Dennis Hew Wei-yen mengemukakan, ia optimis terhadap perkembangan dan masa depan perekonomian wilayah Asia Pacific. Dennis menegaskan, PDB APEC untuk semester pertama tahun ini sebesar 3,9%, lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu yaitu 4,6%, maka dalam 1-2 tahun ini, masalah melambannya pertumbuhan ekonomi, melemahnya permintaan domestic, kurangnya tingkat kepercayaan konsumen dan lainnya masih tetap ada. Ia menegaskan, meskipun dalam proses pemulihan ekonomi dari krisis moneter global, perekonomian negara maju di Asia Pacific terus meningkat, namun belum mencapai standard terbaik. Sedangkan untuk negara-negara berkembang, harus lebih dapat memenuhi kebutuhan domestik dan mempertahankan tingkat kefleksibelan dalam bidang investasi.
Dalam laporan ekonomi menyebutkan, tenaga pengerak dalam mempromosikan perkembangan ekonomi Asia Pacific datangnya dari bidang pelayanan jasa, industry inovatif dan lainnya, negara-negara anggota APEC seharusnya meningkatkan perkembangan pelayanan jasa untuk memperkokoh daya saing.
Dennis mengemukakan, dalam 25 tahun ini, APEC berhasil melakukan transfromasi ekonominya di mana industry pelayanan jasa merupakan tenaga pendorong ekonomi yang jauh lebih besar dari bidang lainnya, untuk itu perlu lebih inovatif agar dapat meningkatkan ekonomi dalam bidang pelayanan jasa.