(Taiwan – ROC) Selama 6 tahun berturut-turut kanker usus menjadi penyakit yang menduduki urutan pertama menyerang masyarakat Taiwan, Institut Biokimia, Academia sinica secara khusus mengundang Wang Hui-jun untuk membentuk tim peneliti dan beberapa hari lalu berhasil menemukan pengembangan kanker usus besar, yang ternyata berkaitan dengan struktur molekul protein enzim “PTPN3-p38”, diharapkan di masa mendatang, ini dapat menjadi referensi dalam pengembangan dan pengobatan serta memperlambat laju kerusakan akibat kanker usus.
Angota Institut Biokimia, Academia Sinica, Meng Tze-ching menyampaikan, salah satu gen penyebab kanker yang paling mematikan dalam proses kerusakan kanker usus besar adalah konversi enzim Nukleotida (Ras) yang sebelumnya hanya diketahui p38y yang memainkan peran penting, apabila Ras berubah menjadi p38γ, makan sel kanker sulit terkendali; untuk itu apabila dapat mencegah terjadinya p38γ maka dalam mengurangi kemungkinan memburuknya kanker.
Namum 5 tahun lalu ada seorang pakar yang mengemukakan hipotesa, setelah Ras berubah, dapat mempengaruhi molekul protein PTPN, setelah itu mengarah ke aktivitas p38y, baru kemudian kanker usus besar memburuk, tetapi korelasi langsung ini tidak dapat dibuktikan sampai tim peneliti Academia Sinica untuk pertama kali menggunakan 3 macam structural teknik analisis biologi, dalam struktur molekul dapat dikonfirmasikan kalau PTPN3 sebagai dalangnya
Meng Tze-jing mengumpamakan kanker usus besar sebagai tempat kejadian kejahatan, dalam proses mutasi Ras menjadi sel kanker, p38γ adalah mangsanya sementara PTPN3 sebagai setan yang “mengigit” sampaip38γ tidak dapat beraktifitas, itulah sebabnya dulu p38γ diduga sebagai tersangka, pada kenyataannya yang menjadi dalang adalah PTPN3, p38γ hanyalah sebagai kaki tangannya saja.
Hasil penelitian ini beberapa hari lalu sempat dimuat dalam jurnal “Science Signaling” sebagai cerita sampul.