(Taiwan – ROC) Direktorat Jenderal Budjet Akuntansi dan Statistik (DBGAS) dibawah Yuan Eksekutif, hari ini tanggal 31 Oktober mengumumkan untuk perkiraan pendapatan nasional kwartal ke 3, tingkat pertumbuhan ekonomi sebesar 3,78%, merupakan yang terbaik selama 7 kwartal terakhir, jika dibandingkan dengan bulan Agustus yang sebesar 3,62% diperkirakan akan bertambah sebesar 0,16% merupakan perkembangan yang sehat dan stabil.
DGBAS mengemukakan, untuk bagian permintaan asing, peningkatan ekspor elektronik, produk mekanik, logam dasar dan lain sebagainya mengerakkan naik nilai harga sebesar 6,68% dibandingkan periode yang sama tahun sebelummnya, untuk pelayanan jasa, dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang datang ke Taiwan sebesar 21,78%, dan dari penampilan segitiga perdagangan yang dipengaruhi oleh dikeluarkannya iPhone 6, memberikan sumbangan pertumbuhan nyata yang ada sebesar 7,30% angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 1,51% dari perkiraan bulan Agustus yang hanya sebesar 5,79%.
Namun, untuk kebutuhan dalam negeri, selain rendahkan daya beli konsumen akibat kenaikan harga barang, merebaknya kasus keamanan pangan juga berdampak negative pada omset pengusaha makanan pada kwartal ke dua sebesar 4,58% berkurang 2,55%. berdasarkan perkiraan DGBAS, pengaruh kasus keamanan pangan akan terus berlanjut pada GDP kwartal ke 4. Anggota DGBAS, Mei Jia-yuan mengatakan : adanya Kasus minyak babi Jiang Guan pada bulan September saja DGBAS perkirakan akan mempengaruhi pendapatan nasional sebesar NTD2,4 milyar, sehingga tingkat pertumbuhan kwartal ke 3 lebih rendah 0,05%. Apalagi pada bulan Oktober kasus keamanan makanan lebih besar dari bulan September, sudah pasti akan membawa pengaruh pada angka GDP tahunan.
Dan ketika ditanyakan mengenai apakah kwartal ke 4 akan berpengaruh besar pada GDP tahunan? DGBAS menyampaikan, hal ini sulit untuk diperkirakan.