Jakarta (RTI/ANTARA) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali meminta kalangan pers dan media massa agar memberikan ruang pemberitaan yang adil dan berimbang kepada calon anggota legislatif (Caleg), Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) secara adil dan berimbang.
Dengan menampilkan sosok dan pikiran para caleg serta capres dan cawapres secara seimbang dan adil, lanjut Presiden SBY, pada Pemilu Legislatif (Pileg) serta Pemilihan Presiden (Pilpres) mendatang masyarakat tahu mana calon yang paling siap, cepat, dan mampu.
Kepala negara meyakini, kalau demokrasi kita telah menghadirkan hal-hal seperti itu berarti demokrasi kita pada tingkat yang paling matang, consolidated, dan transisi demokrasi arahnya ke situ.
Presiden SBY mengakui memang politik itu soal emotion. Namun, ia meyakini ini juga soal logika. Dalam memilih, lanjut SBY, seseorang bisa karena suka, juga sudah mengerti siapa dia, pikirannya, pandangannya, kenal masa lalu, pengalaman, pendidikan, penugasan, dan rekam jejaknya.
Sebagai seseorang yang sedang mengemban amanah rakyat untuk memimpin negeri ini, SBY menegaskan, ia akan ikut berkontribusi dalam membangun demokrasi yang berkualitas dan matang. Karena itu, daripada saling mengatakan tidak mampu dan tidak siap, menurut Presiden SBY, lebih baik media massa membuka ruang seluas-luasnya agar para caleg, capres, dan wapres dapat berbicara dengan rakyat. Mulai berkomunikasi dan menyampaikan pikiran-pikirannya, menawarkan konsep solusi atau kebijakan untuk mengatasi permasalahan-permasalahan bangsa ini.