(Taiwan, ROC) – Berkenaan dengan kasus pemalsuan minyak goreng yang diproduksi oleh perusahaan Ting Hsin International Group, Kejaksaan Changhwa pada hari Kamis tanggal 30 Oktober menambah laporan tuduhan kepada pemilik perusahaan Wei Ying-chung dan rekan-rekannya sebanyak 7 orang. Adapun laporan tuduhan yang diperberat meliputi kasus pemalsuan, pelanggaran hukum kebersihan makanan dan pemalsuan dokumen. Wei Ying-chung juga berkemungkinan dijatuhi hukuman pidana selama 30 tahun dan diusulkan oleh kantor kejaksaan untuk menyita semua pemasukan dari kasus penjualan minyak goreng aspal tersebut yang tercatat sebesar NT$ 440 juta.
Jaksa Huang Zhi-yong mengatakan bahwa sejak akhir tahun 2011, guna menghemat biaya produksi, general manager Ting Hsin saat itu adalah Chang Mei-feng meminta perusahaan Da Xin Fu yang berada di Vietnam untuk menuliskan minyak pakan menjadi minyak konsumsi dalam laporan surat ijin impor bahan baku. Bermula dari sinilah, perusahaan Ting Hsin mengimpor bahan baku minyak jenis pakan yang sebenarnya tidak boleh dijadikan sebagai bahan baku minyak goreng untuk dikonsumsi manusia.
Huang Zhi-yong menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan dan tanya jawab yang dilakukan, dapat diduga bahwa Wei Ying-chung mengetahui semua hal yang terjadi dalam perusahaan Ting Hsin, sehingga pihak jaksa mengajukan tuntutan pidana terhadap Wei Ying-chung selama 30 tahun dan mantan general manager Chang Mei-feng selama 25 tahun. Sementara itu untuk general manager saat ini, Chen Mao-jia dan penanggung jawab perusahaan Da Xin Fu, Yang Chen-yi dituntut masing-masing selama 18 tahun. Semua terdakwa juga diusulkan untuk disita pendapatannya dari hasil penjualan minyak goreng aspal. Huang menjelaskan, “Tindakan penipuan yang dilakukannya sebanyak 60 kali, dan diperberat menjadi 79 kali. Jika dihitung berdasarkan data statistik saat ini, maka menurut undang-undang yang berlaku, dapat diganjar hukuman penjara maksimum 30 tahun. Untuk itu kantor kejaksaan juga mengajukan tuntutan selama 30 tahun.”
Kantor Kejaksaan juga menyebutkan bahwa daftar nama terdakwa juga meliputi wakil manager bagian produksi minyak, Lin Shih-an, staff khusus Chen Yu-huei, dimana keduanya dituntut telah melanggar peraturan pengawasan kebersihan makanan. Selain itu staf lain Lin Shu-duan yang menyimpan dokumen penting rahasia dalam bagasi mobilnya, juga sekaligus dituntut oleh instansi kejaksaan terkait.
Petugas kejaksaan menyebutkan bahwa ke 6 orang terdakwa tersebut juga tetap akan ditahan selama proses pengadilan, karena telah melanggar peraturan penghilangan bukti, penipuan terhadap instansi pemerintah dan dikhawatirkan dapat melarikan diri.