(Taiwan, ROC) – Pada akhir pekan sebelumnya di Taiwan diselenggarakan parade kaum homoseksual untuk yang ke 13 kalinya. Parade ini juga telah menarik perhatian banyak peserta dari negara lain. Dalam salah satu media yang diterbitkan di Amerika, The New York Times, pada hari Rabu tanggal 29 Oktober memberitakan bahwa Taiwan telah memiliki kemampuan dan memberikan secercah sinar kehidupan bagi kaum homoseksual di kawasan Asia.
Parade yang mengambil tema “Memeluk perbedaan orientasi seksual, Mengakui perbedaan”, adalah parade kaum homoseksual yang terbesar di kawasan Asia. Parade tersebut diselenggarakan pada tanggal 25 Oktober dengan aksi turun ke jalan. Parade ini juga diikuti oleh berbagai kaum homoseksual dari berbagai negara, di antaranya Hong Kong, Filipina, Singapore, Daratan Tiongkok, Malaysia dan negara lainnya. Adapun jumlah peserta parade kali ini melebihi 65 ribu orang.
Dalam laporan yang dimuat oleh The New York Times menyebutkan bahwa perkembangan azas demokrasi dengan tumbuhnya beragam jenis partai politik yang ada di Taiwan, juga telah turut mendorong perkembangan kehidupan kaum homoseksual yang selama ini terus tertindas.
Dalam laporan juga diberitakan bahwa saat negara-negara di kawasan Amerika Selatan, Eropa telah mulai banyak yang melegalkan pernikahan sesama jenis, berbeda dengan negara-negara di kawasan Asia yang hingga saat ini masih hanya terus berjuang untuk mendapatkan perlindungan hukum yang setara dengan kaum lainnya. Sementara untuk negara seperti Brunei, Indonesia, Singapura dan Malaysia, memberlakukan peraturan dan hukuman yang berbeda terhadap masalah pernikahan sesama jenis tersebut.
Melihat situasi Taiwan sendiri, tampaknya berbeda dengan negara-negara lain di kawasan Asia. Selain mengijinkan kaum homoseksual untuk mengikuti wajib militer, Kementrian Pendidikan juga menganjurkan pemberian informasi yang tepat terkait kehidupan kaum homoseksual dalam buku pendidikan yang dipergunakan oleh para siswa. Dalam beberapa tahun terakhir ini, Yuan Legislatif juga telah meloloskan perlindungan hukum akan masalah tindakan diskriminasi terhadap kaum homoseksual dalam lapangan pekerjaan.
Media The New York Times menyebutkan bahwa Ketua Komite Hak Asasi Kaum Gay dan Lesbian Internasional, Grace Poore melihat Taiwan memiliki peluang dalam membangkitkan semangat manusia, dan langkah yang ada di Taiwan tampak semaju lebih ke depan dibandingkan negara-negara lain di kawasan Asia.