History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Arkeolog Temukan Situs Pemukiman Kuno di Aru

  • 27 March, 2014
  • Editor

   Jakarta (RTI/ANTARA) - Tim peneliti dari Balai Arkeologi Ambon menemukan situs pemukiman kuno masyarakat lokal di Pulau Ujir, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Kabupaten Kepulauan Aru.

   "Kami belum tahu seberapa tua usianya tapi dari berbagai bukti, seperti pecahan keramik-keramik dari Tiongkok, kemungkinan antara abad 17 atau 18. Tapi bisa jadi usia perkampungan itu lebih tua karena harusnya ada pemukiman dulu barulah ada perdagangan," kata Arkeolog Wuri Handoko, di Ambon.

   Ia mengatakan situs pemukiman kuno yang diidentifikasi bernama Desa Uifana ditemukan dalam survei selama 12 hari pada 11 Maret 2014. Berada di tengah hutan di Pulau Ujir, perkampungan tersebut terletak sekitar 1,5 kilometer dari Desa Ujir, dan dikelilingi oleh sungai buatan yang oleh masyarakat setempat disebut wabil.

   Pada pemukiman tersebut ditemukan adanya bekas-bekas perbentengan tradisional setinggi dua meter, dan sumur-sumur yang terbuat dari pahatan batuan koral dan andes.

   Ditambahkannya, selain benteng tradisional, timnya juga menemukan adanya bekas benteng kolonial yang difungsikan sebagai masjid oleh masyarakat Uifana pada masa itu.

   Lebih lanjut Wuri mengatakan, berdasarkan temuan-temuan yang ada, diduga Desa Uifana telah ada sejak masuknya Islam di Indonesia, karena berdasarkan tuturan masyarakat di Desa Ujir, masjid kuno Uifana masih beratap tumpang tiga dengan tiang alif yang menjadi ciri khas masjid-masjid di Maluku pada abad ke-16 hingga 17.

   Ia menyatakan pihaknya akan melakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui usia Uifana, sejarah masuknya agama Islam di sana dan aktivitas perdagangan pada abad 17 - 18 di daerah itu.

Komentar

Terbarumore